Kamis, Januari 21, 2021
Beranda JATIM BANYUWANGI Rapat Paripurna DPRD, Bupati Anas Bacakan Nota Keuangan RAPBD Tahun 2021

Rapat Paripurna DPRD, Bupati Anas Bacakan Nota Keuangan RAPBD Tahun 2021

REPORTERHariyadi
Kondisi APBD Mendatang Akan Dipengaruhi Tiga Faktor

KABAR RAKYAT – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota keuangan Rancangan APBD Tahun 2021 oleh Bupati Banyuwangi. Acara di gelar dengan protokol kesehatan ketat.

Rapat paripurna virtual dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara diikuti puluhan anggota dewan dari lintas fraksi. Sedangkan Bupati Banyuwangi, H. Abdullah Azwar Anas, Sekretaris Daerah, Mujiono mengikuti dari Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Pembacaan nota keuangan RAPBD Banyuwangi tahun 2021, Bupati Anas menyampaikan kondisi APBD Kabupaten Banyuwangi tahun 2021 dipengaruhi setidaknya ada tiga faktor, antara lain :

Pertama, indikator-indikator ekonomi yang ditetapkan sebagai asumsi dasar ekonomi makro yaitu pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi dan tingkat pengangguran.

Kedua, langkah-langkah kebijakan dan administratif yang ditempuh baik dari sisi pendapatan, belanja maupun pembiayaan anggaran daerah.

Ketiga, berbagai peraturan dan regulasi serta keputusan hukum yang berlaku dan berbagai langkah yang menjadi arahan pemerintah maupun pemerintah propinsi Jawa Timur baik dibidang ekonomi maupun non ekonomi.

“Proyeksi indikator makro Pemerintah Kabupaten Banyuwangi harus betul-betul dikalkulasi dengan cermat sehingga pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi diproyeksikan untuk titik rendah dan moderatnya adalah 4,3 hingga 5,4 persen,“ ucap Bupati Anas.

Seluruh proyeksi baik pendapatan, belanja maupun pembiayaan diharapkan dapat secara efektif menstimulasi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka pengangguran, ketimpangan dan kemiskinan di Kabupaten Banyuwangi.

Agar lebih jelas, Bupati Anas memberikan gambaran singkat tentang pendapatan daerah, belanja daerah serta temtang pembiayaan daerah.

Pendapatan daerah pada tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp. 2,786 triliun. Adapun rincian pendapatan daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang direncanakan sebesar Rp. 562,7 miliar.

Pendapatan transfer disrencanakan sebesar Rp. 2,089 triliun. Dan lain-lain pendapatan yang sah direncanakan sebesar Rp. 133,9 miliar.

“ Komposisi belanja daerah dalam RAPBD Tahun 2021 sebesar Rp. 2,881 triliun, “ ucap Bupati Anas.

Pada sisi belanja, permasalahan utama yang timbul adalah tingginya tingkat kebutuhan yang tidak seimbang dengan kapasitas fiskal yang dimiliki daerah sehingga dalam penentuan besaran belanja daerah perlu disusun secara selektif sesuai dengan Kebijakan Umum APBD serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara.

Pembiayaan daerah, untuk mendukung terciptanya stabilitas keuangan daerah diupayakan agar selisih antara penerimaan pembiayaan degan pengeluaran pembiayaan yang selanjutnya disebut pembiayaan netto dialokasikan untuk menutup defisit anggaran.

Penerimaan pembiayaan direncanakan diterima sebesar Rp. 99,7 miliar yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun sebelumnya.

Adapun pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp. 4,4 miliar yang merupakan penyertaan modal daerah pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) dalam program hibahair minum berbasis kinerja.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca