Realisasi PAD Banyuwangi 2019 BPKAD dan Bapenda Berbeda, Ini Penjelasanya

  • Whatsapp
Kantor BPKAD Banyuwangi
Kantor BPKAD Banyuwangi

KabarRakyat.ID – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) mengakui bahwa laporan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyuwangi tahun 2019 yang dilansir pihaknya melalui website, dengan Badan pendapatan daerah (Bapenda) memang berbeda.

Kepala BPKAD Banyuwangi, Samsudin menyampaikan, laporan realisasi PAD tahun 2019 yang disampaikan oleh pihaknya atas dasar transaksi kas daerah. Sedangkan Bapenda merupakan koordinator pendapatan daerah.

Read More

“ Bapenda mendapatkan laporan pendapatan daerah dari semua lini, baik dari BPKAD, SKPD penghasil dan lainnya, tetapi Bapenda tidak memiliki fungsi akuntansi, “ jelas Samsudin saat dikonfirmasi Kabar Rakyat, Selasa (07/01/2020).

Dijelaskan oleh Samsudin bahwa laporan realisasi yang valid berasal dari pihaknya, karena laporan tersebut telah dilakukan validasi. Dan seluruh transaksi Pemerintah daerah yang berhubungan dengan kas daerah, langsung ter-update ke laporan transaksi kas daerah yang ditampilkan website pada menu transparansi keuangan daerah.

Baca juga:

“ Namun laporan transparansi keuangan daerah itu, tidak termasuk pendapatan daerah yang tidak melalui kas daerah, “ jelasnya.

Dan PAD yang tidak melalui kas daerah diantaranya berasal dari Badan Layananan Umum Daerah (BLUD) seperti RSUD Blambangan, RSUD Genteng, pajak Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima penyelenggara pendidikan atau sekolah di Banyuwangi, dan pajak Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diterima Puskesmas. Prosesnya melalui konsolidasi.

“ Sekitar 60 persen transaksi APBD melaui kas daerah, 40 persennya tidak melalui kasda, namun melalui proses konsolidasi, “ ungkap Kepala BPKAD Banyuwangi.

Samsudin optimis realisasi PAD banyuwangi tahun 2019.bisa tembus hingga Rp. 500 miliar atau 95 persen lebih dari target PAD sebesar Rp. 517 miliar. “ Kami menunggu angka konsolidasinya, belum ditutup, berdasarkan data terakhir realisasi PADtahun 2019 sudah mencapai 495 miliar, “ pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kalangan dewan melalui anggota raksi PKB, H. Khusnan Abadi mempertanyakan perbedaan laporan capaian PAD tahun 2019, antara BPKAD dan Bapenda yang terdapat selesih sekitar Rp. 206 miliar. Versi BPKAD realisasi PAD tahun 2019 tercapai sebesar Rp. 290,279 miliar atau 56,08 persen dari target. Sedangkan versi Bapenda capaian PAD tahun 2019 sudan 95, 74 persen atau setera Rp. 495,5 miliar.

Repoter   : Hariyadi

Editor : Setiawan



Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *