Realisasi PAD Terbesar Kabupaten Probolinggo Dari Sektor Pelayanan Kesehatan

220 views

Rapat Bahas PAD Probolinggo copy

Foto : Rapat evaluasi realisasi PAD 2018 Kabupaten Probolinggo. (Ist/Richad)

KABARRAKYAT.ID – Realisasi perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo hingga akhir Desember 2018 mencapai Rp 220.977.635.214 atau 93,7% dari target sebesar Rp 235.850.247.851. Sumbangan PAD terbesar masih di sektor pelayanan kesehatan daei RSUD Waluyo Jati dan RSUD Tongas.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Pendapatan Susilo Isnadi membenarkan penyumbang ritribusi terbesar masih di sektor pelayanan kesehatan. Sementara untuk sektor lain belum dirasakan belum maksimal dikarenakan banyak hal yang mempengaruhi.

Ia mencontohkan ritribusi pasar ternak di Leces menurun lantaran kondisi pedagang pindah ke pasar Wonoasih di wilayah Pemkot Probolinggo. Hal ini juga belum maksimalnya ristribusi pasar di kecamatan.

“Selain itu pendapatan restribusi kemetrologian tidak tercapai karena kurangnya tenaga teknis dan sarana peralatan belum lengkap serta menurunnya pendapat BLUD rumah sakit karena klaim BPJS dan dana kapitasi terbayar di tahun 2019. Disamping itu penurunan dana pengembalian dan bunga KMK UKM dikarenakan penagihan terhadap KMK belum efektif,” terang Susilo, Selasa(22/1/2019).

Namun begitu, dari sektor pendapatan pajak daerah tercapai 114%. “Semua ini dikarenakan adanya peningkatan intesifikasi pajak dengan sistem pemungutan dan pembayaran bisa langsung ke bank. Serta adanya potensi pajak yang meningkat yaitu BPHTB, ABT dan PPJ,” kata Susilo.

Dari sektor pajak daerah ini perolehannya mencapai Rp 62.605.153.083 atau 114% dari target sebesar Rp 54.640.000.000. Penyumbang tertinggi berasal dari PPJ sebesar Rp 26.023.288.033 dan PBB P2 sebesar Rp 16.643.390.982.

Dijelaskan retribusi daerah sebesar Rp 26.269.473.751 atau 98% dari target sebesar Rp 26.792.690.975. Retribusi daerah tertinggi disumbang oleh retribusi pelayanan kesehatan sebesar Rp 11.999.856.925 dan pengujian kendaraan bermotor sebesar Rp 938.090.000. “Sementara penyumbang terkecil berasal dari retribusi pelayanan pasar. Dari target sebesar Rp 3.565.000.000 hanya tercapai Rp 2.549.144.516 atau 71%,” ungkapnya.

Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercapai sebesar Rp 5.637.419.121 atau 100,07% dari target sebesar Rp 5.629.535.121. Serta lain-lain PAD yang sah mencapai sebesar Rp 126.469.589.258 atau 85% dari target sebesar Rp 148.788.021.755.

Susilo menambahkan demi memaksimalkan perolehan PAD, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan menghitung secara riil potensi pendapatan daerah baik dari pajak daerah, retribusi daerah maupun lain-lain PAD yang sah, tutupnya.

Reporter  : Richard

Editor  :  Choiri

#PAD Kabupaten Probolinggo 2018 #Ritribusi pelayanan kesehatan #Dinas Keuangan Kabupaten Probolinggo #Evaluasi pendapatan ritribusi #Pemkab Probolinggo

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply