Reserse Amankan Pemuda Kaliploso Tersangka Persetubuhan Anak

  • Whatsapp

pelaku kriminal cluring
Tersangka

KABAR RAKYAT – Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Cluring tahan pemuda inisial RW (19) pelaku pencabulan anak di rumahnya Dusun Kalirejo Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

Sebut saja korban ini, Si Cipluk (samaran, red) gadis 14 tahun asal Kecamatan Gambiran. Korban mengaku telah dipaksa RW yang dipengaruhi minuman keras ber-alkohol.

Bacaan Lainnya

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara Syarifuddin melalui Kapolsek Cluring AKP Bejo Madrias membenarkan amankan tersangka peresetubuhan anak dengan TKP rumah kosong di Cempokosari Desa Sarimulyo.

“Waktu dan TKP jam 22.00 WIB di rumah kosong Dusun Cempokosari Rt.01 Rw.05 Desa Sarimulyo. Korban ini drop out sekolah,” ujar AKP Bejo Madreas di kantornya, Selasa (5/1/2021).

Kapolsek Cluring jelaskan kronologi, awal pada hari Selasa, 29 Desember 2020, siang 14.00 WIB. Antara pelaku dan korban janji bertemu hendak jalan-jalan. Korban dijemput ke rumahnya bersama teman-temannya.

Sesuai rencana, tersangka dan korban menuju ke rumah teman di Desa Sarimulyo. Disana sudah ada beberapa teman sedang pesta minuman keras. Semuanya tinggalkan tempat dalam keadaan mabuk.

Selanjutnya RW dan Cipluk beserta saksi pergi ke rumah kosong. Mereka tiduran di lantai dengan alas kain. Sekira 22.00 WIB, rayuan serta tipu muslihat RW dimainkan hingga penolakan dari Cipluk berujung menyerah.

Paginya korban diantar pulang tersangka. Sampai di sekitar rumah korban, orang tua Cipluk marah karena semalaman tidak pulang. Apalagi terdapat luka lebam di bibir Cipluk. Cecaran pertanyaan dari orang tuanya, akhirnya Si Cipluk mengaku sebenarnya terjadi.

“Akhirnya korban cerita kepada orang tuanya bahwa semalam diajak mabuk dan disetubuhi oleh tersangka,” ungkap AKP Bejo Madreas.

Keluarga korban tidak terima dan laporan polisi (LP) di Polsek CLuring. Pihak keluarga kekeh menuntut keadialan hukum atas nasib anaknya. Sejumlah barang bukti diserahkan ke Penyidik Reskrim setempat.

Tersangka diancam penjara 15 tahun maksimal lewat jerat pasal 81 ayat (1),(2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI no 23 thn 2002 tentang perlindungan anak.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *