Rider BMX Lokal Dan Manca Berebut Poin Lolos Olimpiade

KabarRakyat.ID – International Bicycle Motocross (BMX) Competition kembali digelar di Sirkuit Muncar, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Event yang digelar 26-27 Oktober tersebut dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Ketua PB ISSI sekaligus Ketua Komisi Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari.

Bupati Anas mengatakan, ketika persaingan antar daerah di industri pariwisata semakin ketat, dibutuhkan strategi alternatif agar sebuah daerah tetap dilirik sebagai destinasi. Maka, sejak empat tahun lalu, Banyuwangi Festival menghadirkan ajang sport tourism baru, yaitu International BMX Competition yang digelar di Sirkuit Muncar yang telah berstandar Federasi Balap Sepeda Dunia (UCI). Ajang tersebut juga masuk agenda rutin UCI.

“Sekarang ini marak festival seni budaya, tak ketinggalan juga untuk Banyuwangi. Bahkan sejak empat tahun lalu Kabupaten Banyuwangi juga menghadirkan ajang sport tourism yakni International Tour de Ijen Banyuwangi (ITdBI) dan International BMX Competition,” ujar Anas.

Sirkuit BMX di Muncar, Banyuwangi, kata Anas, kini juga mulai menjadi sarana latihan para penggemar dari berbagai daerah di Indonesia. Selain itu, juga menjadi jujugan atlet dunia saling berebut poin untuk lolos ke Olimpiade.

Ajang sport tourism ini mendapat apresiasi dari Ketua PB Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI), Raja Sapta Oktohari, karena antusiasme para penggemar BMX dinilai semakin meningkat, apalagi sejak atlet BMX Indonesia berhasil lolos bertanding di Olimpiade 2016 di Brazil. Tentu hal ini, juga berpengaruh pada pasar BMX di tanah air.

”Kebetulan pada Olimpiade 2016 lalu saya Chef de Mission (CdM) Indonesia. Tentunya saya juga berharap setelah ini ada atlet BMX Indonesia yang lolos Olimpiade 2020 di Jepang nanti. Karena di event BMX di Banyuwangi ini menjadi salah satu yang terbaik, dan menjadi refrensi bai par penggemar BMX,” ungkap Okto.

Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, Wawan Yadmadi menambahkan, event BMX tahun ini diikuti sebanyak 253 pebalap profesional dari 19 negara. Di antaranya Brazil, Inggris, Denmark, Italia, Ekuador, Selandia Baru, Australia, Tiongkok, Latvia, Jepang, Jerman, Ceko, Hongkong, Kanada, dan Chile.

“Mereka antusias berkompetisi di Banyuwangi karena telah diakui UCI sebagai sarana mengumpulkan poin menuju Olimpiade 2020 di Jepang,” kata Wawan.

Reporter : Fattahur

Editor : Setiawan

banner 970x90









Loading...

#Banyuwangi #banyuwangi bmx internasional

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    banner 800x600)

    Tinggalkan pesan