JADILAH PEMILIH CERDAS DAN BERTANGGUNGJAWAB UNTUK INDONESIA

155 views
banner 468x60)

 

Logo Perempuan Anti Korupsi

Logo Perempuan Anti Korupsi

Perempuan adalah separuh Indonesia. Partisipasi perempuan dalam politik Indonesia adalah warna demokrasi bangsa. Dengan jumlah pemilih perempuan [daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019] yang diperkirakan mencapai 92.929.422 orang atau 50,6% dari total pemilih, perempuan menjadi kunci penting arah politik, demokrasi dan pemerintahan Indonesia ke depan. Ini sebuah pilihan yang perlu ditentukan dalam pesta demokrasi yang mungkin tidak akan terjadi dalam sejarah di negara lain.

Ini adalah sebuah kenyataan “suara perempuan berharga”. Berharga untuk menjadi pintu masuk perjuangan bagi terbangunnya wajah politik, demokrasi dan pemerintahan Indonesia yang berpihak pada kepentingan-kepentingan perempuan, anak, difabel, kelompokkelompok marjinal dll. Karenanya maka SPAK Indonesia menyerukan:

PEREMPUAN, JANGAN TAKUT MEMBUAT PILIHAN YANG BENAR!

Pilihan yang benar adalah Calon yang, antara lain:

  1. Akan memajukan Indonesia dan memastikan keberagaman adalah kekayaan Indonesia yang menjadi identitas bangsa;
  2. Membuka peluang dan kebebasan bagi perempuan, anak, difabel, kelompok-kelompok marjinal dll untuk berpartisipasi dan meraih prestasi dalam politik, demokrasi, ekonomi, pemerintahan dan pembangunan di semua sektor;
  3. Akan menghantarkan Indonesia menjadi bagian penting dari setiap kebijakan masyarakat dunia.

SUARA PEREMPUAN BERHARGA!

  1. Jangan berfikir apalah arti suara saya atau apalah arti satu suara;
  2. Setiap suara penting untuk Indonesia;
  3. Karena berharga untuk Indonesia, jangan jual atau tukar suara kita dengan apapun. Waspada! Jual beli suara (politik uang) bisa terjadi sampai sesaat sebelum kita masuk bilik suara. Politik uang biasa dilakukan untuk: ▪ membeli kursi di parlemen; ▪ membeli kekebalan hukum agar penyelenggara pemilu, saksi dan penegak hukum tidak menyalahkan praktik uang yang dilakukan; ▪ membeli suara rakyat.

Praktik politik uang menjadikan politik berbiaya tinggi yang akan menghasilkan pemimpin/anggota legislatif yang selalu berpikir untuk mengembalikan modalnya dan tidak memikirkan kepentingan rakyat.

Mereka yang terpilih karena politik uang, biasanya orang yang tidak memiliki kompetensi, kepemimpinan, pengetahuan dan keterampilan untuk menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

Uang negara yang kelak dikelolanya, berpotensi dikorupsi/digunakan untuk kepentingan pemodal atau kepentingan pribadi untuk mengganti uang yang telah digunakan untuk membiayai pemenangannya.

PELAJARI LATAR BELAKANG CALON!

Perilaku masa lalu biasanya akan berulang dimasa depan. Oleh karenanya pelajari calon presiden dan wakil presiden serta calon legislatif. Dan tentukan pilihan pada mereka yang jelas rekam jejaknya, jelas visi, misi dan program kerjanya serta terus membuka peluang perempuan untuk terlibat mewujudkan Indonesia yang Adil dan Sejahtera. Karena Indonesia akan tertinggal bila perempuan tidak diikutsertakan dalam seluruh proses bernegara dan berbangsa.

Pastikan Calon pilihan kita tidak memiliki latar belakang ini:

  1. Calon yang pernah terindikasi korupsi atau yang kerap berperilaku korupsi. Karena bukan tidak mungkin dia akan mengambil hak warganya baik melalui kebijakan yang dibuat atau dari praktek-praktek korupsi lainnya. Calon ini bisa tidak peduli dengan tugas dan kewajibannya;
  2. Calon yang pernah terindikasi pelecehan atau kekerasan pada perempuan, anak, disabilitas atau kelompok marjinal lainnya. Karena bila Calon melecehkan kelompok-kelompok ini, mereka tidak menghargai kehidupan;
  3. Calon yang diskriminatif (mengedepankan SARA). Karena diskriminasi bertentangan dengan UUD’45 dan Pancasila. Diskriminasi akan memecah belah Indonesia karena memicu konflikkonflik berkepanjangan.

MEMILIH ADALAH HAK WARGANEGARA!

Oleh karenanya kita perlu menjaga integritas proses pemilihan dengan cara:

  1. Pastikan kita terdaftar dan memiliki dokumen untuk memilih sesuai ketentuan. Dokumen yang perlu kita pastikan dan kita persiapkan untuk dibawa ke TPS pada hari pemungutan suara, adalah: Formulir C6 KWK: Pemberitahuan Memilih, KTP Elektronik/Suket Keterangan dari Dinas Dukcapil;
  2. Datang lebih awal ke TPS serta perhatikan penjelasan dan tata cara pemilihan dari petugas;
  3. Pastikan kita mengikuti seluruh tatacara pemilihan dan mencoblos sesuai ketentuan;
  4. Jangan terpengaruh dengan suara-suara yang mencoba mempengaruhi Anda saat menunggu di TPS (pilihan Anda, nurani Anda dan bersifat rahasia);
  5. Jangan merasa terintimidasi dengan kehadiran orang atau sekelompok orang dari Calon yang lain atau kelompok-kelompok tertentu;
  6. Jangan ragu untuk mengikuti proses penghitungan suara;
  7. Bila menemukan dugaan pelanggaran sampaikan pada Pengawas Pemilihan terdekat.

Kontak:

Maria Kresentia (081317814822) | Judhi Kristantini (08111899688) | Vita Hadi (081311263721)

www.spakindonesia.org

Editor : Setiawan

banner 468x60)

#aktifis perempuan anti korupsi #bahaya korupsi #perempuan maju

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply