Saturday, October 24, 2020
Home BERITA Ritual Basuh Kaki Ibu SMKN 3 Bondowoso Bikin Murid Nangis

Ritual Basuh Kaki Ibu SMKN 3 Bondowoso Bikin Murid Nangis

- Advertisement -

Ritual basuh kaki ibu SMKN 3 Bondowoso

KABARRAKYAT.ID – Masuk pertama di sekolah baru, dengan fenomena orientasi opspek atau perpeloncoan sempat jadi momok. Kadang senior sekolah sebagi pelaksana opspek berlaku berlebihan.

Berbeda dengan opspek di SMKN 3 Bondowoso ini. Pada akhir opspek 399 murid baru terlihat pemandangan yang haru karena orang tua, ibu atau ayah wali murid sengaja didatangkan ke sekolah untuk ikut ritual basuh kaki ibu dan orang tua.

Orientasi masuk sekolah (1)
Orientasi masuk sekolah (3)
Orientasi masuk sekolah (4)
Ritual Basuk Kaki Ibu SMKN 3 Bondowoso (1)
Ritual Basuk Kaki Ibu SMKN 3 Bondowoso (2)
Ritual Basuk Kaki Ibu SMKN 3 Bondowoso (3)
Ritual Basuk Kaki Ibu SMKN 3 Bondowoso (4)
Ritual Basuk Kaki Ibu SMKN 3 Bondowoso (5)

Masing-masing murid, diharuskan mencuci kaki ibunya dan meminta maaf pada orang tuanya. Tujuannya, agar orang tua murid itu memaafkan segala dosa anaknya dan mendapatkan hidayah agar si anak nanti diberi kemudahan menangkan pelajaran atau kemudahan dalam berproses pendidikan di sekolah.

Prosesi basuh kaki ibu dan orang tua di SMKN 3 Bondowoso ini justru membuat ratusan siswa dan orang tua menangis histeris.

KABARRAKYAT.ID berkesempatan melihat langsung ritual cuci kaki ibu dan orang tua di SMKN 3 Bondowoso. Setelah tiga hari menjalani pelatihan mental, diasiplin, di markas Batalyon Yonif  514 Rider dan kembali kesekolah dengan gagah dan merubah menjadi siswa yang disiplin dan hormat pada orang tua.

Umar Said Kepala SMKN 3 Bondowoso mengatakan tradisi tahunan sejak dua tahun terakhir, sudah berlangsung dua tahun. Kegiatan basuh kaki orang tua dilakukan setelah selesai menjalani prosesi pendidikan kedisiplinan, dan tanggung jawab menjadi siswa-siswi lebih baik saat di sekolah.

Baca juga: Di Festival Tekhnologi, Ada Alat Matikan Lampu Cukup SMS

Rarusan otang tuapun, tak mudah untuk menemukan anaknya, walau bertahun-tahun hidup bersama dan hingga memakan waktu hingga satu jam. Para orang tua menemukan anaknya yang berubah baik secara fisik semakin tegap dan cukuran cepak.

Bahkan sejumlah orang tua mengaku bingung tak menemukan anaknya dan harus dipandu oleh para guru pendidik untuk menemukan anaknya. Yang awalnya dinilai sangat lemah dan manja, namun, saat ini kondisinya sudah berbeda.

Ditambahhan, Umar Said Kepala SMKN 3 Bondowoso, prosesi basuh kaki orang tua,merupakan budaya jawa yang sudah mulai jarang dilakukan oleh para anak terhadap orang tuanya.

Selai itu dengan pendidikan kedisiplinan ini, diharapkan kejadian dibeberapa daerah siswa berani pada orang tua, guru dan kakak seniornya, tidak terjadi pada siswa siswi disini.

Mereka kembali pada titik nol, dimana mereka kembali bersih dengan berpikir sebagai siswa yang hanya menuntut ilmu dan berbakti pada orang tua dan guru.

Sementara para sejumlah orang tua dan siswa, sangat mendukung kegiatan yang sangat bermanfaat dan proses basih kaki orang tua, ini sangat jarang dilakukan akhir-akhir ini, dikalangan siswa dan pemuda dengan pesatnya teknologi dan internet yang merubah karakter bangsa.

Reporter: Yons

Editor: Coi/Choiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER