Ritual Nyepi Umat Hindu Tengger Diminta Tidak Ke Pura

  • Whatsapp
Supoyo Tokoh Adat Tengger juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo.

KabarRakyat – Perayaan Ritual Hari Raya Nyepi tahun 2020 dipastikan tidak ada kerumunan umat khususnya di Tengger, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Status Siaga Darurat yang ditetapkan Bupati Probolinggo didukung surat edaran direktorat Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam Dan Ekosistem berikut surat edaran Balai Taman Nasional Bromo Semeru Tengger menutup kawasan Bromo secara keseluruhan. Penutupan Destinasi wisata ini dalam upaya pemerintah mencegah penyebaran virus Covid -19 sejak diberlakukan mulai 17 Maret hingga 31 Maret 2020.

Penutupan kawasan gunung Bromo ini otomatis tidak mengijinkan aktifitas jasa wisata, Hotel Homes Stay maupun kegiatan adat yang melibatkan banyak orang. Penutupan aktifitas masyarakat di kawasan destinasi wisata gunung Bromo oleh pemerintah dimaksudkan untuk menghindarkan warga dari ancaman penyebaran Virus Corana.

Read More

Sosialisasi pencegahan Covid -19 telah dilakukan Satgas Kabupaten Probolinggo dengan menghadirkan tokoh adat/Pemangku Tengger, pelaku jasa wisata. Dari sosialisasi itu Tokoh adat/Pemangku, pelaku jasa wisata dibekali informasi terkait tindakan pencegahan, prilaku dan tata cara hidup bersih. Termasuk tindakan dini ketika merasa kondisi tubuh tidak sehat untuk segera meminta penanganan dokter yang disampaikan langsung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo dr.Anang Boedi Yulianto, Kamis (19/3/2020) lalu.

Menindaklanjuti tindakan pemerintah Tokoh adat Tengger Supoyo yang juga anggota DPRD, meminta masyarakat Tengger patuh dan tunduk kepada anjuran Bupati Probolinggo terkait siaga darurat melalui surat edaran Nomor. 556/171/426.118/2020 tentang Penutupan Sementara Destinasi Wisata di Kabupaten Probolinggo.

” Sikap pemerintah menutup kawasan Bromo semata-mata untuk melindungi warganya dari ancaman penyebaran virus corona. Dan ini wajib dipatuhi oleh siapa saja demi keselamatan bersama. Kejadian ini pasti ada hikmahnya dan tentu akan mendapat gantinya lebih besar atas kergian yang dialami oleh pelaku usaha parwisata. Tuhan memiliki cara tersendiri untuk membahagian umatnya,” kata Supoyo meminta seluruh warga Tengger mentaati ajuran pemerintah.

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *