ABK Kapal Motor Rejeki Makmur asal Jawa Tengah Meninggal

344 views

BANYUWANGI – Seorang anak buah kapal (ABK) kapal ikan KM Rejeki Makmur, Rohadi (24), warga Desa Karanganom, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, meninggal dunia saat sedang berlayar di perairan Sumbawa. Pria ini diduga tewas karena sesak nafas. Jasadnya kemudian dibawa ke Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi.

Informasi yang dikumpulkan, kapal ikan yang dinahkodai Sugiri ini berangkat dari Pelabuhan Juwana, Pati, Jawa Tengah pada 7 Oktober 2017 lalu. Tujuan kapal yang memilik 31 ABK ini adalah fishing ground di perairan Sumbawa dengan koordinat 9°30’00” LS 118°45’00” BT. Merekapun mencari ikan diperairan tersebut.

Pada 7 Desember lalu, sekitar pukul 20.00 WIB korban mengalami sesak nafas. Nahkoda kapal kemudian berinisiatif membawa korban ke rumah sakit di sekitar pulau Sumbawa. Namun dalam perjalanan, sekitar pukul 00.30 WIB korban sudah meninggal. “Nahkoda kapal kemudian membawa jenazah korban ke Pelabuhan Tanjungwangi,” ujar Kasat Polisi Perairan Banyuwangi, AKP Subandi

Kapal yang membawa korban, lanjut Subandi, tiba di Banyuwangi sekitar pukul 11.00 WIB Senin (11/12/2017) pagi. Selanjutnya, petugas Polisi Perairan datang bersama instansi terkait. Korban langsung dievakuasi ke kamar mayat RSUD Blambangan. Korban langsung menjalani visum luar.

Hasilk visum luar, lanjut Subandi, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Oleh karena itu, jenazah korban langsung dikirim ke rumahnya dengan perjalanan darat dengan didampingi adik korban. “Kebetulan adiknya ikut dalam satu kapal. Usai pemeriksaan medis, dipastikan jenazah langsung diberangkatkan ke rumah duka di Jawa Tengah,” jelasnya.

Informasi lain, kondisi kesehatan Rohadi menurut kawan sejawatnya, memang kurang sehat. Ada kemungkinan kondisi itu menjadi penyebab meninggalnya ABK asal Jawa Tengah ini. Namun tetap medis yang berhak memberikan penjelasan resminya.

Reporter : Muh. Hujaini

banner 970x90









Loading...
Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply