Minggu, Januari 17, 2021
Beranda DESTINASI KULINER Rujak Lanang Senduro Buatan Mas Yo 'Top Bingit'

Rujak Lanang Senduro Buatan Mas Yo ‘Top Bingit’

REPORTERUlum Subekti

KABAR RAKYAT – Baru ini, kawasan wisata hutan Burno heboh pemuda lajang tampan penjual rujak Lanang. Terkenal rujak lanang, karena penjualnya pemuda lajang berparas tampan. Ia pandai meracik bumbu rujak sesuai selera pembeli yang kebanyakan datang berwisata.

Diketahui, pemuda lajang penjual rujak uleg khas Senduro tersebut, bernama Karyo Utomo Pribowo (38) warga Desa Kandang Tepus Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

Karyo Utomo Pribowo meski belum banyak yang kenal, keahlian membuat kuliner rujak uleg khas Senduro tak perlu diragukan lagi. Mas Yo, sapaan akrabnya bagi warga desa setempat sudah tidak asing lagi.

Gaya menggerus bumbu rujak dalam cobek tidak kalah dengan perempuan. Pembeli ataupun pelanggan rujak uleg buatan Mas Yo tidak ada henti berdatangan membeli dan menikmati rujak uleg bikinan. Tidak hanya kaum Hawa, para pembeli dari kaum Adam mengakui nikmatnya rujak uleg Mas Yo.

Dalam kesempatan ini, kabarrakyat.id mendapat kesempatan menikmati nikmatnya rujak uleg Lanang khas Senduro.

Disela waktu senggang, Karyo Utomo Pribowo bercerita awal dirinya menjual rujak. “Jujur ini saya lakukan semata-mata ingin meneruskan usaha jualan rujak uleg yang sudah dirintis oleh almarhum Buamah, ibu kandung saya,” kata Mas Yo.

Jualan rujak uleg khas Senduro ini sangat membantu ekonomi keluarga selama ini. Untuk menunjukkan baktinya kepada ibu yang melahirkan Mas Yo.

“Jualan rujak warisan Alm. Ibu mas, dengan berjualan rujak ini aku dan dan saudaraku bisa seperti ini,” kata Mas Yo.

Dengan rendah hati, Mas Yo selama berjualan rujak belum ada apa-apanya dibandingkan rujak buatan Ibunya. “Saya terus berusaha mencari resep yang pas agar dalam mengolah bumbu rujaknya semakin diterima pelanggan,” pungkasnya.

Diakui tim Kabar Rakyat di Lumajang, rujak uleg Lanang buatan Mas Yo ‘Top Bingit’.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca