Rusak Citra Wisata, Warga Peru Terdakwa Narkoba Dihukum 17 Tahun Penjara

  • Whatsapp
Warga Peru terdakwa kasus narkoba bersama penterjemah bahasa.
Warga Peru terdakwa kasus narkoba bersama penterjemah bahasa.

KabarRakyat.ID – Warga Peru, Guido Torres Morales (55) hanya bisa tertunduk dihadapan majelis hakim PN Denpasar pimpinan IA Adnya Dewi. Majelis hakim setelah berunding dengan anggota dan mempertimbangkan tuntutan jaksa penuntut umum, akhirnya  menghukum terdakwa Morales dengan hukuman 17 tahun penjara, Senin ( 2/12).

Selain itu, majelis hakim  juga memutuskan hukuman denda 2 miliar subsidair 2 bulan. Putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa AA Alit Suastika yakni penjara selama 18 tahun, denda 2 miliar subsidair 4  bulan. Kendati berbeda, hakim dalam amar putusannya menyatakan sependapat dengan jaksa bahwa  terdakwa Morales terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar undang undang  narkotika.

Read More

banner 645x400

Adapun pertimbangan hakim  yang memberatkan terdakwa dalam perkara ini,  perbuatannya bertentangan dengan program pemerintah dalam hal pemberantasan narkoba. Perbuatan terdakwa juga merusak citra Bali sebagai daerah tujuan wisata. sedangkan yang meringankan terdakwa bersikap sopan di persidangan.

“Terdakwa Guido  terbukti melanggar  Pasal 113 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” tegas  majelis hakim pimpinan IA Adnya Dewi dalam amar putusannya.

Diterangkan pula, terdakwa yang bekerja dibidang sistem analisis ini telah mengimpor kokain sebanyak 950 gram netto.

Dia menyelundupkan barang terlarang dari Peru ke Bali tersebut dengan modus disembunyikan dalam perut. Aksi terdakwa berhasil digagalkan petugas bea dan cukai Bandara Ngurah Rai, Rabu, 26 Juni 2019.

Mulanya petugas curiga melihat gerak gerik terdakwa saat tiba di Bandara Ngurah Rai. Petugas lantas melakukan foto  rotgen terhadap badan terdakwa. Dari hasil foto rontgen itulah ditemukan benda aneh dalam perut terdakwa. Petugas Bea dan Cukai berupaya mengeluarkan isi perut terdakwa. Hasilnya dari perut terdakwa keluar   124 buah gulungan alumunium foil terbungkus  plastik bening yang didalamnya terbungkus plastik hitam masing-masing berisi bubuk warna putih mengandung sediaan narkotika jenis kokain.

Dari pengakuan terdakwa, barang terlarang itu dimasukkan dalam perut dengan cara ditelan.  Dia mendapat barang terlarang itu dari seseorang yang tidak dikenal saat berada di atas pesawat dari Peru tujuan Buenos Aires dan rencananya akan diserahkan pada seseorang yang tengah menunggunya di sebuah hotel di Bali.

Reporter: Suharnanto

Editor: Richard

Related posts

banner 645x400
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *