Salak Pronojiwo Anjlok, Petani Bertahan Dipusaran Pandemi

  • Whatsapp

Ilustrasi buah Salak (Foto. PIXABAY)

KABAR RAKYAT – Merasa terdampak Pandemi Covid-19. Petani Salak di Desa Sidomulyo Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang Jawa Timur mengeluh harga jual ke pedagang anjlok dikisaran harga menjadi Rp 2.000 – Rp 3.000 per-kg yang sebelumnya terjual harga Rp. harga salak jual salak dipasaran Rp.6000- 10.000,- per-kg. Anjloknya harga Salak ini terasa dua bulan terakhir ini.

Petani buah Salak asal Desa Sidomulyo, Bu Wagini (57) mengatakan, turunnya harga dirasakan sejak pendemi Corona. “Penurunan harga Salak kali ini paling parah,” kata Bu Wagini, Senin (22/02).

Bahkan untukk Salak ukuran kecil manis dipatok harga Rp 200 – Rp 500 per-kg. Banyak petani salak yang merugi karena harga jual turun. “Kalau sebelum ada wabah Covid 19 harga salak per kilogram Rp 6.000- Rp 10.000,” jelasnya.

“Untuk biaya perawatan serta buruh saja tidak cukup. Banyak petani yang lalu membiarkan salak sampai membusuk tidak di panen, ya karena dijual murah mas,” tandasnya.

Bu Wagini tidak habis pikir apa penyebab anjloknya harga Salak, apa pasarnya sepi atau ada permainan harga dari tengkulak ke pedagang atau Bahkan adanya salak dari kota lain.

Harapan petani Salak Pronojiwo, Pemerintah Kabupaten Lumajang perhatian kepada para petani Salak dan mencari solusi agar Salak Pronojiwo kembali normal. ***

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *