Salju Bromo Antara Menarik Wisatawan Dan Kekuatiran Petani Tengger

167 views
Salju di Bromo

Butiran Salju di Kawasan gunung Bromo menundang ketertarikan wisatawan. (Ist/Nre)

KABARRAKYAT.ID – Jelang musim kemarau ada saja fenomena alam menarik terjadi . Di gunung Bromo, Jawa Timur, misalnya Sejak sepekan lalu, udara sangat dingin bahkan sampai 5 derajat Celsius hingga dibawah nol derajat. Kondisi ini membuat sebagian puncak Bromo terselimuti salju. Fenomena salju ini menjadi buruan wisatawan ke gunung Bromo.

Udara ektrem melanda pucak gunung Bromo. Kondisi ini biasa terjadi manakala menghadapi perubahan  iklim. Fenomena Frozen ini tengah melanda gunung Bromo. Suhu udara bisa saja dibawah nol dan ini menyebabkan sebagian puncak Bromo dipenuhi butiran salju. Tentu pemandangan ini menjadi hal menarik bagi wisatawan . Bahkan seminggu terakhir kawasan gunung Bromo menjadi piihan utama mengisi liburan sekolah dan liburan musim panas di eropa bagi turis manca Negara.

Data TNBTS menyebut kujungan tamu wisatawan sudah menembus anggka 1000 pengunjung bahkan lebih. Sisanya 60 hingga 100 tamu asing menyaksikan fenomena Frozen di Bromo. Jika diprosentasikan ada 30 persen kenaikan angka kunjungan dibanding hari libur biasa.

“Peningkatan itu juga ditunjang oleh beberapa kondisi yang sedang berlangsung. Yakni bertepatan dengan libur sekolah dan libur di benua eropa,” terang Kepala Resort Laut Pasir TNBTS, Subur Hari Handoyo.

Ada tips agar anda bisa nyawan saat di Bromo saat kondisi ekstrim. Disarankan pengunjung harus dalam kondisi sehat, tidak terkena asma,jantung dan tidak alergi udara dingin. Selain itu wajib membekali dengan jaket tebal,sal dan penutup kepala sebisa mungkin berbahan kapas atau katun agar lebih hangat. Oya kaos kaki dan tangan wajib digunakan untuk menghindari kram. Jika sudah semua dikenakan pengunjung tinggal berburu salju di kawasan puncak Bromo mulai kawasan lautan pasir hingga di perkampungan warga di Desa Ngadisari.

Petani Tengger di lereng Bromo.

Petani Tengger di lereng Bromo.

Tapi fenomena Frozen atau bahasa local disebut embun upas menjadi hal yang dikuatirkan oleh petani Tengger. Sebab salju yang turun menyebabkan daun tanaman bisa membusuk atau menguning. Hal ini dikarenakan butiran salju mengikat gas belerang yang menyebabkan sebagian tanaman bisa saja mati.

Di  Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur,misalnya  tanaman petani mulai kering. Paparan embun upas yang terus menerus terjadi di kawasan ini, tidak menutup kemungkinan membuat tanaman sayuran milik petani  akan mati.

Bisanya Tanaman yang rentan terserang embun upas adalan tanaman seledri. Jika dalam kurun waktu 24 jam, daun tersebut terpapar embun upas, dipastikan langsung mengering. Sutopo petani Ngadirejo mengungkapkan, biasanya embun upas akan menyebabkan bintik-bintik kuning pada daun seledri. Dan daun yang begini tidak laku dijual, ungkapnya,Selasa (25/6/2019). “Kalau sudah terkena embun upas biasanya langsung layu dan kering. Jika masih bisa kita selamatkan kita panen meski belum waktunya untuk menghidari rugi,” tutur Sutopo.

Biasanya petani Tengger jika terdampak embun upas melakuan penyiraman pada tanaman mereka. Hal ini dilakukan untuk melarutkan embun upas dari unsure belerang yang melekat.

Reporter : Richard

Editor : Choiri

#salju di Bromo#wistawan berbu salju #petani bromo kuatir adnya salju#Gunung Bromo #Kabupaten Probolinggo #Sukapura

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)
    1. author
      andri yanto3 weeks agoReply

      salju bromo bromo saat ini menjadi daya tarik bagi wisatawan asing

    Leave a reply