Sambil Mancal Sepeda Ketua DPRD Bondowoso Sambangi Nenek Satriya

  • Whatsapp

KABAR RAKYAT – Ahmad Dhafir Ketua DPRD Bondowoso bersama Komunitas Wisman (Wisata Mancal) mengunjungi nenek Satriya (83) yang ramai diperbincangkan ini karena hidupnya sebatang kara dan serba kekurangan juga tak tersentuh bantuan pemerintah.

Ketua DPRD ini bersama komunitas tersebut, menyerahkan bantuan berupa uang tunai. Pihaknya menjelaskan bahwa bantuan tersebut adalah hasil patungan semua anggota komunitas Wisman yang terdiri dari beberapa ASN, pegawai dan anggota DPRD.

Bacaan Lainnya

“Ini bentuk kepedulian teman-teman, membantu sesama,” katanya.

Ia menerangkan, donasi tersebut juga diharapkan bisa digunakan untuk merenovasi rumah berdiameter 4×3 m2 milik.

Adapun, untuk segala bantuan yang selama ini tak bisa diterima karena masih atas nama almarhum suaminya.  “Saya sudah sampaikan ke Kepala Dinsos, sudah diurus. InsyaAllah, mulai bulan depan bisa diurus lagi. Karena itu uang negara, jadi harus dipertanggung jawabkan,” urainya.

Dhafir, membenarkan bahwa masih ada banyak warga di Bondowoso yang belum masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Karena itulah, menjadi kewajiban semua pihak untuk peduli.

“Siapa pun sebagai pejabat punya tanggung jawab. Bahwa, hakikat pemerintah bagaimana mensejahterakan rakyat.  Menyiapkan papan dan pangan rakyat,” urainya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini pun menjadi catatan kecil untuk semua pihak. Bahwa, ini kondisi masyarakat Bondowoso, perlu kepedulian dari semua pihak. “Mereka punya hak yang sama, ber-KTP yang sama,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, nenek Satriya merupakan salah satu Warga Desa Kembang Kecamatan Bondowoso yang hidup sebatangkara dalam kondisiyang amat memprihatinkan. Dia seorang pemulung yang telah lama ditinggal mati oleh suaminya.

Satriya tinggal di rumah tak layak huni berdiameter 4×3 m2 di dekat bantaran sungai tepatnya di RT 24 Rw 08. Ia tinggal terpisah dengan ke-dua anaknya yang masing-masing telah berkeluarga.

Kondisi rumah yang ia huni sudah rusak, bahkan hampir roboh. Tak ada sekat antara tempat tidur dan dapur. Di dalam rumah mbah Satriya tidur bersama sampah yang ia pungut.

Perempuan berusia 83 tahun ini tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah daerah maupun pusat sejak lima tahun terakhir. Atau semenjak ditinggal mati suaminya.

Setelah ramai diberitakan, sejumlah relawan, komunitas bahkan perwakilan pemerintah seperti BPBD, Dinsos, Kecamatan turun langsung memberikan bantuan.*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *