Santri Milenial Gelar Muktamar Kopi Pesantren di Ponpes Genggong

  • Whatsapp
IMG-20200125-WA0027
Persiapan Muhtamar Kopi Pesantren di Ponpes Genggong, Probolinggo

KabarRakyat.ID – Penikmat kopi tentu sudah tak asing jika bicara soal festival kopi. Namun menjadi beda ketika santri mengupas habis soal kopi mulai dari hulu hingga hilir. Apalagi, soal kopi dibahas dalam agenda Muktamar Nasional di Pondok Pesantren Genggong, Kabupatem Probolinggo.

Sebuah festival kopi bertajuk ‘Muktamar Kopi Pesantren – Art Exhibition’ digelar di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, digelar Sabtu – Minggu (25 – 26/1/2020) menjadi sesuatu yang baru. Kenapa ? Sungguh tidak lasim ketika para santri berpikir out the box. Mereka mencoba melahirkan interperneur di tengah aktifitasnya memperdalam ilmu agama. Ponpes Zainul Hasan justru memberikan ruang bagiamana santri juga bisa berdaya saing dalam iklim usaha mikro. Para santri ini tidak saja membahas jenis kopi, rasa, budidaya. Namun diperluas menjadi model usaha yang diperkirakan bakal tahan meski ada resesi.

Ketua Panitia Muktamar Kopi Pesantren, Intan Cahya Kurniasari mengatakan, muktamar kopi tersebut merupakan yang pertama kali digelar di Indonesia. Selama dua hari, jelas Intan, muktamar akan terkonsep dalam bentuk seminar, bedah buku kopi, bazar hingga lomba seduh kopi tubruk.

“Juga bagaimana meningkatkan produktifitas hasil tanaman kopi dan sebagainya. Komunitas santri di Indonesia kan juga banyak sehingga acara ini bisa menjadi pangsa pasar yang cukup efektif,” ungkap Intan Cahya Kurniasari yang juga ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Probolinggo ini .

Muktamar Kopi Pesantren merupakan rangkaian ‘Ngaji Tani Akbar dan Munas Santri Tani Nusantara’ yang digelar dalam waktu bersamaan,Sabtu pagi.

” Disini kita ingin santri tidak hanya belajar memperdalam ilmu agama. Namun bagiamana ketika mereka keluar dari pondok bisa bersaing dan mandiri. Ponpes juga menjadi basic penguatan iklim usaha dan santri juga mampu menciptakan lapangan usaha sendiri. Kenapa tema kita ngaji pertanian dan kopi ? Karena potensi kopi di Probolinggo besar dan mayoritas santri berasal dari pelosok Desa. Harapan kami santri berkontribusi kepada usaha pertanian khususnya kopi”, papar Intan.

Hasil Muhtamar Kopi Nasioal diharapkan bisa menjadi referensi penggiat kopi dan model penguatan ekonomi berbasic kerakyatan ala pesantren, imbuh Intan.

Muhtamar Kopi Pesantren ini diikuti oleh santri se- Indonesia. Mereka juga menunjukan bagaimana menyajikan kopi dalam berbagai kekhasan, baik rasa muapun jenis kopi. Kegiatan ini juga dibarengi dengan bazar.

Reporter : Richard

Editor : Choiri

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *