Satpol PP dan DPMPTSP Kabupaten Akan Memberi Solusi Masalah IMB Homestay di Wisata Pulau Merah

  • Whatsapp
Homestay pancer (2)
Kasi Penyidikan dan Penindakan Refa'i, SH dalam dialog dengan warga Pancer, belum lama ini.

KabarRakyat.ID – Satpol PP Kabupaten Banyuwangi bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten, akan mencarikan solusi agar masyarakat di area wisata Pulau Merah, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, tetap bisa beraktifitas normal dan taat hukum.

Refa’I, SH, Kasi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP ditemui KabarRakyat.ID usai rapat bersama dengan DPMPTSP. Pihaknya akan mencarikan solusinya. Karena kawasan padat pendudukan masuk lahan kawasan Perhutani, KPH Banyuwangi Selatan.

Read More

“Tadi rapat sama pak Wawan (Kepala DPMPTSP), akan dicarikan solusinya. Karena kawasan itu, masuk lahan perhutani. Masalah IMB harus melalui rekom dari Perhutani,” kata Refa’I, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Warga Pancer Datangi Polsek Pesanggaran dari Sore Hingga Malam, Ada Apa?

Sebelumnya, diberitakan kegagalan operasi minuman keras (miras) yang digelar Satpol PP Banyuwangi bersama dinas terkait di homestay-homestay yang ada di wisata Pulau Merah pada Rabu (19/2/2020) kemarin masih menyisakan uneg-uneg. Pasalnya, operasi yang mereka gelar harus kandas di tengah jalan karena diprotes warga setempat.

Dalam keterangan yang disampaikan langsung kepada KabarRakyat.Id via whatsapp, Kasi Penindakan Dan Penyidikan Satpol PP Banyuwangi, Rifa’i, SH menjelaskan bahwa operasi bersama SKPD terkait, yakni Dinas Pariwisata, Dinas UMKM dan Perdagangan, DPMPTSP  dan TNI-AD, serta CPM Satpol PP itu adalah dalam rangka penegakan Perda No. 12 Tahun 2015.

Homestay pancer (1)
Razia miras, di Pancer Pesanggaran.

Dan sasaran operasi minuman keras itu adalah homestay dan kios-kios warung yang ada di tempat wisata pulau merah.

Awalnya, kata Refa’I, operasi berjalan mulus dan tidak ada tebang pilih. Semua homestay dan kios-kios warung digeledah satu per satu. Di tengah  perjalanan  operasi, lanjutnya, ada masalah  yang dipicu salah satu homestay yg memiliki ijin SIUP. Berdasarkan informasi masyarakat setempat bahwa untuk mengurus  SIUP itu salah satu persyaratannya adalah bangunan  harus ber IMB.

“Sedangkan semua bangunan homwstay yamg ada di Pulau Merah maupun Pancer itu tidak ada yang ber-IMB, karena status tanah milik perhutani,” kata Rifa’i.

Baca juga: Satpol PP Gagal Razia Miras di Homestay Dekat Wisata Pulau Merah

Adapun pemicu yang kedua, lanjut Rifa’i, karena adanya massa dari Tumpang Pitu yang menolak tambang ikut membantu supaya operasi ditangguhkan.

“Karena masyakat akan taat hukum bila semua perijinan dipermudah. Namun di pihak DPMPTSP pada saat dimintai keterangan tidak bisa memberikan penjelasan yang pasti. Sehingga operasi minuman beralkohol/ miras tdk jadi dilanjutkan,” tegasnya.

Reporter: Jaenudin

Editor: Rony DE

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *