Satpol PP ‘Menggusur’ PKL Pasar Banyuwangi Kota Melawan

  • Whatsapp
PKL dan Aktifis tolak penggusuran (1)

KabarRakyat.ID – Pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Induk Banyuwangi Kota, mendapat surat Pemberitahuan larangan berdagang di jalan dari Satpol PP Kabupaten Banyuwangi. PKL dianggap melanggar Perda No. 11 Tahun 2014 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Mereka mengaku resah, karena tidak bisa mencari nafkah dan takut kehilangan pelanggan.

Surat Satpol PP, No. 300/130/429.119/2020 ditandatangani Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banyuwangi, Anacleto Da Silva, tanggal 21 Januari 2020. Inti surat sejak tanggal 22 Januari dan seterusnya tidak boleh berdagang di jalan.

Read More

Sudirman, Sekretaris Paguyuban Kelompok Pedagang Kaki Lima (PAKOMPAK) Banyuwangi membenarkan banyak PKL yang mengeluh, karena surat pemberitahuan sekaligus pelarangan beradagang di jalan. Bedanya dulu, PKL masih bisa berdagang di jam tertentu, subuh sampai pagi bersih, sore sampai malam. Tapi membaca surat dari Satpol PP, ada penjelasan seterusnya berarti tidak ada toleransi. Pedagang diharuskan berdagang di dalam pasar. Sedangkan kondisi di dalam pasar diruas utara maupun selatan space bedak sudah tidak ada tempat.

PKL (1)
Kondisi bangunan pavingisasi di Pasar Tradisional yang tak kunjung usai.

“Tidak terkecuali, dusuruh pindah. Jual arloji atau tukang service arloji juga dilarang berdagang,” tegas Dirman.

Sejak buka periode pertama hingga tutup periode kedua pemerintah Bupati Banyuwangi, kata Dirman, pembangunan centra ekonomi pedagang tradisional di Pasar Induk Banyuwangi Kota terkesan gagal.

“Sejak dulu hingga kini, urusannya PKL berdagang diluar. Padahal jumlah pedagang terus bertambah, sedang sarana prasarananya terbatas,” pungkasnya.

Bahkan terbaru, kata Dirman, paguyuban PKL, PAKOMPAK telah mengadukan pembangunan pavingisasi yang mandeg ditengah jalan kepada Bupati Banyuwangi. Tidak ada balasan sama sekali. Entah alasannya apa, kok proyek pavingisasi belum selesai. Perencanaan siapa yang membuat, dan siapa yang membangun, nilainya berapa, pedagang dan paguyuban tidak tahu.

PKL dan Aktifis tolak penggusuran (2)
Aksi pasang banner, aktifis pegiat masyarakat di Pasar Tradisional.

Hari ini, sejumlah aktifis pegiat masyarakat berkumpul di Pasar Induk Banyuwangi Kota. Mereka akan membantu PKL yang terancam kehilangan mata pencaharian, karena tidak bisa berdagang ditempat biasanya.

Para aktifis dari Relawan Jokowi Banyuwangi (Rejowangi), Eko Soekartono, Mujiono, dan Chemen, Udit, terlihat sibuk membatu warga, sekaligus memasang banner penolakan penggusuran PKL di Pasar Susuit Tubun.

Disampaikan Eko Soekartono, upaya penggusuran PKL hanya selembar surat pemberitahuan adalah terlalu kaku. Bahwa yang dihadapi seorang PKL yang penghasilannya dari pedagang tidak mesti. “PKL Itu wong cilik, jangan ditakuti-takuti dengan surat, kami tahu Satpol PP hanya menjalankan perintah atasannya. Jalur komunikasi dan musyawarah masih cara yang elegan dilakukan pemerintah,” ujar mantan Wakil Ketua DPRD Eko Soekartono yang memilih hidup dijalur parlemen jalanan.

Reporter: Fattahur/Choiri

Editor: Richard

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *