Satu PDP Kota Kediri Punya Hubunga Kluster Tulungagung Meninggal Dunia

  • Whatsapp
ilsutrasi hazmat. ft. PIXABAY

KABAR RAKYAT – Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 punya hubungan kluster penyebaran Tulungagung meninggal dunia. Ia dimakamkan di daerah asal di Kelurahan Ngletih Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Kabar itu diumumkan, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengumumkan satu kluster Tulungagung ini, meninggal di RSUD Gambiran, Sabtu malam (9/5/2020).

Read More

“Pasien warga Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren ini datang ke RS Gambiran pada 3 Mei untuk berobat, dari pemeriksaan didapatkan pasien ini dari klaster Tulungagung,” kata Abdullah Abu Bakar.

Karena dari klaster Tulungagung maka dilakukan rapid test. Ternyata rapid test nya negatif. Pasien ini datang dengan keluhan sesak nafas, batuk dan demam.

“Karena rapid test negatif, maka didiagnosa ODP, dan dirawat di ruangan biasa, ruang Pamenang. Kemudian setelah dirawat selama 6 hari, pada hari ini, 9 Mei, dokter yang merawat memerintahkan dilakukan rapid test ulang, dan ternyata hasilnya reaktif,” tambah Mas Abu.

Hasil rapid tes ulang, menunjukan reaktif. Maka statusnya dinaikan PDP dan harus dipindahkan ke ruang isolasi yang bertekanan negatif di RS Gambiran.

“Sambil menunggu proses pemindahan, kondisi pasien tiba-tiba memburuk dan kemudian meninggal dunia,” jelasnya.

Pasien hari ini telah dimakamkan di Pemakaman Ngletih dengan protokol pemakaman Covid-19.

“Saya juga sudah memerintahkan Dinkes untuk melakukan tracing ke keluarga pasien yang berinteraksi dengan almarhum, akan kami lakukan rapid test” tegas Mas Abu.

Walikota juga meminta agar warga Kota Kediri semakin disiplin dan waspada terkait pandemi corona, jangan pernah meremehkan.***

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *