Minggu, November 29, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Sejarah Bangunan Dam 'Belanda' Geopark Ijen Menjadi Icon Wisatawan Pasca COVID-19

Sejarah Bangunan Dam ‘Belanda’ Geopark Ijen Menjadi Icon Wisatawan Pasca COVID-19

REPORTERFattahur/*

KABAR RAKYAT – Tim Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Banyuwangi melakukan survey lokasi di wisata populer, yakni Geopark Taman Wisata Alam Ijen.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi secara resmi telah mengusulkan Geopark Ijen menjadi bagian UNESCO Global Park.

“Survey lokasi di Geopark Ijen itu sebagai bentuk kesiapan pemerintah sekaligus mendukung program Pemkab Banyuwangi dalam pengembangan sektor pariwisata,” ujar Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo, Selasa (15/9/2020).

Baca: Wow.. Wisata Alam Kawah Ijen Bakal Masuk Jaringan Geopark Dunia

Pasalnya, kata Guntur, Geopark Ijen memiliki keelokan kawasan Gunung Ijen yang mengedepankan tiga komponen pariwisata, yaitu wisata geologi, biologi, dan budaya.

Tak hanya itu, di Geopark Ijen terdapat spot tersembunyi sekaligus bersejarah. Yakni, bendungan berukuran raksasa di area Kawah Ijen ini memiliki nilai sejarah.

Fisik bangunan Dam Ijen pengatur air kawah peninggalan Belanda.

Pembangunannya yang megah, dibangun pada masa Belanda. Karena itulah ia disebut Bendungan Belanda. Selain dikenal dengan nama tersebut, ia juga diketahui dengan nama Dam Kawah Ijen.

Baca: Wisata Ijen Kembali Dibuka, Jasa Wisata Banyuwangi Kembali Bergairah

Layaknya bendungan, Dam Kawah Ijen ini memiliki fungsi menahan aliran. Dahulu, ia digunakan untuk membendung aliran air dari Sungai Banyupait. Ia juga berfungsi mengatur level air danau agar banjir asam tidak sampai terjadi dan menimpa wilayah di sekitarnya.

Guntur mengaku, trend pariwisata di dunia termasuk Indonesia paska pandemi Covid-19 berubah. Dan diprediksi akan menjadi tujuan untuk perjalanan setelah pandemi corona berakhir.

“Tempat-tempat wisata diperkirakan akan segera booming setelah pandemi corona berakhir. Untuk itu perlu kita melakukan persiapan sejak dini. Salah satunya dengan meninjau lokasi,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca