Sejarah Dam Blambangan Belum Terawat Maksimal

  • Whatsapp
Bendung Blambangan alias Dam Blambangan (1)
Foto tampak atas. Bendung Blambangan atau Dam Blambangan dan bangunan Kantor Pengairan Srono. Ft. Choiri / Kabar Rakyat ID
Dam Blambangan kecamatan Srono
Dam Blambangan, Srono, Banyuwangi. Ft. Fattahur / Kabar Rakyat ID

KabarRakyat.ID – Bangunan Dam Blambangan bernilai sejarah peninggalan Belanda, belum terawat dengan maksimal. Bendungan berdiri sejak tahun 1925 ini banyak berjasa pada masyarakat khususnya pelaku pertanian.

Selayaknya, bangunan Dam Blambangan masuk dalam daftar perlindungan cagar budaya, agar terlindungi keasliannya. Kurang lebih ribuan hektar lahan persawahan di Srono, Muncar dan sekitarnya bergantung irigasinya.

Read More


Berita Terkait:


Informasi dihimpun, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi, pernah merilis, bahwa puncak kemarau akan terjadi pada bulan Agustus dan September. Persawahan di kawasan Dam Blambangban, sangatlah bergantung pada tadah hujan. Dalam kondisi normal, Dam Blambangan pada musim hujan mampu menampung debit air 3000 liter per-detik. Tapi saat ini, kondisi debit air menurun hampir mencapai 600 liter per-detik.

Tapi tak kalah pentingnya, merawat bangunan peninggalan Belanda itu. Memang tidak mudah. Banyak dibutuhkan peduli nilai-nilai sejarahnya. Meski jumlah persawahan tambah tahun semakin menyempit. Tetap ribuan hektar persawahan di Srono dan Muncar tetap bergantung bendungan, Dam Blambangan.

Catatan digital Dam Blambangan, Persoalan kecil seperti rusaknya rantai atau tidak berfungsi pintu air di akhir tahun 2018 lalu, bisa berpenguruh pada pertanian dan masyarakat. Terlepas apakah pengarus positif dan negatifnya.

Penulis hanya mengajak, kepedulian pada bangunan bersejarah peninggalan Belanda, bernilai manfaat tinggi pada keberlangsungan hidup. (*)

Reporter: Choiri

Editor: Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *