Sekdaprov Jatim: Pasar Oro-Oro Dowo Malang Jadi Percontohan Transisi New Normal

  • Whatsapp
Sekdaprov Jatim memakaikan face shield kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Oro-oro Dowo Malang.

KABAR RAKYAT – Memasuki masa transisi pasca PSBB di Malang Raya berakhir 30 Mei 2020. Pemprov Jatim bersama Pemkab/Pemkot, yakni Kab. Malang, Kota Malang dan Kota Batu melibatkan para akademisi telah menyiapkan skema transisi menuju new normal life di tengah pandemi covid-19.

Salah satu pasar yang menjadi percontohan penyiapan transisi tersebut berada di Pasar Oro-Oro Dowo (OOD) Malang. Pasar sepanjang Jalan Guntur, Kota Malang ini telah menerapkan sistem ganjil genap dengan menggunakan face shield dan masker.

Read More

Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono  menyampaikan, pasar tersebut dinilai sangat bersih. Bahkan menurutnya sudah diatur ganjil genap dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Fasilitas pun disiapkan untuk menunjang persiapan transisi menuju new normal. Diantaranya tempat cuci tangan, face shield, masker dan sarung tangan plastik untuk para pedagang,” ujar Heru Tjahjono saat mengunjungi Pasar OOD, Kota Malang, Minggu (31/5) pagi.

Baca: Kabagren Polresta Banyuwangi Cek Dua Kampung Tangguh di Kecamatan Cluring

Dalam kunjungannya ke Malang, lanjut Heru, Pemprov Jatim membagikan masker 1.000 buah, sarung tangan plastik 2.000 buah, hand sanitazer 350 botol, face shield/plastik 500 buah, sabun cair 5 liter, dan wastafel 4 unit. Bantuan tersebut diserahkan untuk pasar OOD dan Pasar Klojen.

Terkait new normal, Heru menjelaskan, berdasarkan pelaksanaan PSBB pertama di Malang Raya dirinya menilai lebih siap. Arahan Gubernur Jatim, sebut Heru, akan dilakukan rapat dengan persiapan dengan mempertimbangkan beberapa aspek menuju new normal.

Sekdaprov Jatim memakaikan face shield kepada para pedagang dan pengunjung Pasar Oro-oro Dowo Malang

Diantaranya, pertama, aspek pengendalian perkembangan covid-19 bisa terkontrol. Kedua, melindungi individu-individu yang rawan seperti para lansia dan yang memiliki penyakit bawaan (komorbit). Ketiga, kesiapan fasilitas medis maupun isolasi mandiri.

Lalu keempat, kedisiplinan melakukan protokol kesehatan dan selalu menggunakan masker keluar rumah. Kelima, mengantisipasi dan meminimalisir perkembangan covid-19. Dan keenam, keikutsertaan komunitas yang sudah terbangun.

Baca: BNPB akan Tambah Satu Mobil PCR untuk Pemprov Jatim

“Kearah new normal akan dibahas lebih lanjut. Menuju new normal tentu ada masa transisi untuk pengetatan mengatur keenam hal tadi. Diharapkan, masa transisi cukup tujuh hari,” kata Heru sambil menjelaskan akan dilaksanakan rapat yang dipimpin Gubernur Jatim bersama Pangdam V/Brawijaya dan Kapolda Jatim bersama Forkopimda se-Malang Raya.

Selama mengunjungi Pasar OOD, Sekdaprov Jatim memakaikan langsung face shield kepada para pedagang dan pengunjung, terutama yang berusia lanjut usia.***

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *