Monday, August 10, 2020
Home BERITA Sekdaprov Jatim Rakor Penanganan Covid-19 di Markas Kodam V Brawijaya

Sekdaprov Jatim Rakor Penanganan Covid-19 di Markas Kodam V Brawijaya

Jelang Deadline Turunkan Angka Penularan Covid-19, Sekdaprov Heru Tekankan Keterbukaan, Perasaan Sama dan Kebersamaan

KABAR RAKYAT –  Tepat tujuh hari Kunjungan Kerja Presiden RI Joko Widodo ke Jawa Timur, Kamis (25/6) lalu, Pemprov dan jajaran Forkopimda Jatim mengadakan pertemuan dengan Gugus Tugas tiga wilayah di Surabaya Raya, yaitu Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo dan Kab. Gresik.

Pertemuan tersebut dalam rangka Rakor Percepatan Penanganan Covid-19 di Markas Kodam V Brawijaya Surabaya, Kamis (2/7) malam.

Dalam Rakor yang dipimpin Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iryansyah ini, Sekdaprov Heru menekankan pentingnya keterbukaan dan perasaan yang sama dalam menurunkan angka penularan Covid-19.

“Jadi perlu adanya keterbukaan yang harus dilakukan, seperti yang disampaikan bapak Presiden bahwa kita harus memiliki perasaan yang sama,” ungkap Sekdaprov Heru dalam arahannya.

Selain keterbukaan dan perasaan yang sama, dirinya juga menekankan harus ada kebersamaan antar daerah. Dirinya menyayangkan adanya kasus saling lempar pasien yang terjadi baru-baru ini.

Seorang pasien positif Covid-19 di Surabaya, karena berdasarkan KTP nya berasal dari Nganjuk, dan harus dikembalikan ke daerah kelahirannya.

“Lah ini lempar-lemparan kan berdosa,” tegasnya.

[the_ad id=”29596″]

Sekdaprov Heru menyebut, sekarang inilah waktu yang tepat untuk duduk bersama dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden bahwa angka Covid-19 di Jawa Timur harus turun.

“Kalaupun tidak turun paling tidak akan ada langkah konkret dari hulu sampai hilir,” tegasnya.

Suasana Rakor

Dalam sambutannya, Pangdam V/Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iryansyah mengatakan, untuk mewujudkan penurunan angka penularan Covid-19 di Surabaya Raya, salah satu hal krusial yang harus dilakukan adalah menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan. Karena masih banyak masyarakat yang belum sadar akan ancaman nyata dari Covid-19.

“Saya sudah mendatangi beberapa rumah, ada yang dalam satu rumah tersebut terdapat lima orang. Tapi, maskernya hanya ada dua, jadi jika ada yang mau keluar rumah, masker tersebut dipakai bergantian. Lalu, kami bagikan lima masker,” katanya.

“Kemudian, kita bisa lihat saat malam hari di beberapa ruas jalan di Surabaya, banyak orang bersepeda, mulai tua, remaja, hingga anak-anak. Setelah bersepeda, mereka berkumpul di Taman Bungkul,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER