Jumat, November 27, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Semalam di Polresta Banyuwangi, 18 Anak Dipulangkan 2 Lanjut Pemeriksaan

Semalam di Polresta Banyuwangi, 18 Anak Dipulangkan 2 Lanjut Pemeriksaan

KABAR RAKYAT – Sebanyak 18 Orang demonstran dipulangkan setelah semalam menginap di Mapolresta Banyuwangi. Mereka di data dan sewaktu-waktu dipanggil jika dibutuhkan.

Karena masih ada 2 anak dinyatakan lanjut pemeriksaan kedapatan bukti membawa petasan saat demo tolak UU. Cipta Kerja ke III di DPRD Banyuwangi.

Mereka, enam orang diamankan polisi saat unjuk rasa tolak UU. Cipta Kerja ke III di gedung DPRD Banyuwangi, Senin, 26 Oktober 2020, siang.

Baca : SMK PP Negeri 1 Tegalampel Gandeng Kepolisian Cegah Murid Demo UU Cipta Kerja 

Kepolisian pro aktif melakukan razia barang bawaan para pengujuk rasa yang didominasi anak usia pelajar dan anak muda baru lulus menengah keatas. Sedangkan aksi demo murni digelar oleh mahasiswa kelompok Cipayung GMNI dan HMI saat itu.

Informasi diterima Kabar Rakyat, Polisi mendalami dua orang yang masih tinggal di Mapolresta Banyuwangi ini terindikasi aktor ataukah stradara dibelakang layar aksi demo tolak UU. Cipta Kerja di Banyuwangi.

“Awalnya 6 orang kemudian bertambah 14 orang. Totalnya 20 orang. Dari pemeriksaan lanjutan, 18 orang dipulangkan. Sisanya 2 orang lanjut pemeriksaan,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, Selasa (27/10/2020).

Baca : Redam Aksi Tolak UU Cipta Kerja Ketua DPRD Banyuwangi Naik Komando 

Ada dua anak yang diamankan satu diantaranya status pelajar SMP. Sedangkan satunya, drop out SMA usia 18 tahun. “Masih didalami, karena mereka hanya membawa belum melakukan,” tegasnya.

Sebelum dipulangkan, sesuai prosedur masing-masing dilakukan rapid test dan swab test. Kemudian diserahkan pada orang tua masing-masing.

“Jika nanti hasilnya positif maka Kepolisian akan merahkan ke Satgas Covid-19 untuk diisilosi,” tegasnya.

Baca : DPRD Teruskan Aspirasi Mahasiswa Banyuwangi Tolak UU. Cipta Kerja ke Pusat

Saat demo UU. Cipta Kerja ke II di DPRD, polisi telah menetapkan satu demonstran sebagai pelaku anak. Pelaku anak ini diduga sengaja melempari petugas dengan batu. “Statusnya masih anak, tidak dilakukan penahanan,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca