Jumat, November 27, 2020
Beranda GAYA HIDUP 'Sembur Utik Utik' Tradisi Warga Susukan Menabur Kebaikan di Maulid Nabi

‘Sembur Utik Utik’ Tradisi Warga Susukan Menabur Kebaikan di Maulid Nabi

REPORTERAyu Nida

KABAR RAKYATTradisi ‘Sembur Utik Utik’ (tabur uang, red) meriahkan perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi, dilaksanakan warga di Kampung Susukan, Kelurahan Gladag, Kecamatan Rogojampi.

Kemeriahan anak-anak dan remaja ingin berebut mendapat uang ‘Sembur Utik Utik’ dilakukan keluarga yang ekonomi mampu di Kampung Susukan, rutin dilakukan turun temurun sejak nenek moyang mereka.

Alasan dinamakan ‘Sembur Utik Utik’ dalam bahasa Osing Banyuwangi : – Sembur artinya Menabur, dan – Utik¬†Utik yang berarti Kebaikan. Bisa disimpulkan disini maknanya adalah Menebar Kebaikan.

Tradisi tersebut, simbol untuk ‘Tolak Bala’ atau menolak hal yang buruk dalam kehidupan. Caranya menebarkan uang logam, beras kuning, dan bunga yang dijadikan satu dalam wadah.

“Warga sekitar percaya tradisi ini untuk menolak bala dan kalau tidak dilakukan akan terjadi bencana”, Kata Diky salah satu warga kampung Susukan, Kamis, 29 Oktober 2020.

Uang logam yang ditebarkan mulai dari pecahan Rp.500 hingga Rp.1.000, bahkan ada juga uang kertas pecahan saat ditebarkan.

Bagi warga mampu, mereka telah merencanakan tradisi yang ditinggalkan leluhur mereka. Biasa dilakukan halaman rumah. Kemudian warga yang mengikuti tradisi ini berebut uang yang ditaburkan.

“Untuk yang menebarkan uang biasanya bagi orang yang mampu saja, ya didepan rumah itu warga sekitar saling berebut dan ramai”, Jelas Diky.

Banyak terlihat, mulai dari anak-anak, remaja maupun orang dewasa sangat berantusias mengikuti tradisi yang dilakaukan setiap setahun sekali saat peringatan Maulid Nabi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca