Seniman PAPPRI Dukung Kreasi Gandrung Sewu 2018

  • Whatsapp
Seniman Banyuwangi
Seniman Banyuwangi

KABARRAKYAT.ID – PAPPRI (Paguyuban Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia) Banyuwangi mendukung Pemkab Banyuwangi dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus melaksanakan agenda pelestarian budaya, Festival Gandrung Sewu 2018. Karena Gandrung Sewu adalah icon Bumi Blambangan dan sudah menjadi ciri khas kebanggaan warga Banyuwangi serta dikenal nasional dan internasional.

Ungkapan itu, disampaikan Ketua DPC PAPPRI Banyuwangi, Yoga Pamungkas usai menggelar diskusi bersama dewan pembina, pengurus dan anggota, terkait surat ormas islam yang tersebar di sosial media FB, berisi penolakan diselenggarakan Festival Gandrung Sewu 2018, bertempat di Cafe Simpang Tiga, Rogojampi, Jum’at malam (12/10/2018).

PAPPRI Banyuwangi, kata Yoga, sangat menyayangkan isi surat ormas yang mengaitkan musibah bencana alam dengan kegiatan kultur budaya tarian Gandrung yang disajikan kolosal di Pantai Boom Marina Banyuwangi.

“Kami para seniman di PAPPRI prihatin, dan menyayangkan. Sebab selama ini, tidak ada permasalahan. Dan baru muncul penolakan dan satu-satunya dilakukan oleh ormas Islam. Sebelumnya kemana? kok tiba-tiba ditahun politik ormas itu cari panggung,” ungkap Yoga.

Awalnya anggota PAPPRI bersikukuh untuk bertindak dengan aksi untuk melawan eksistensi surat ormas itu yang dianggapnya menyinggung pegiat seni dan budaya. Tetapi setelah melalui forum diskusi dewan pembina, pengurus harian dan anggota, akhirnya ada point kesepakatan.

artis PAPPRI
Seniman PAPPRI menyatakan dukungan Festival Gandrung Sewu 2018

Diantaranya, – tidak ingin terseret dalam kepentingan ormas islam yang dianggap ingin mencari sensasi, ditahun politik ini. – meminta kepada lembaga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi memberikan penjelasan pada publik dengan mengingatkan dan menegur ormas islam yang tidak menutupkemungkinan ingin memecah belah warga Banyuwangi yang tenang ini.

“Kami adalah pelaku seni budaya dan asli warga Banyuwangi. Kesan dalam surat ormas itu, ada bau politisasi agama yang sangat kental dan rentan menimbulkan perpecahan,” tegas Yoga diamini Dewan Pembina PAPPRI, Sugiharto.

Ditegaskan Yoga Pamungkas, bahwa kesenian tari Gandrung merupakan warisan budaya nenek moyang yang harus dilestarikan oleh masyarakat Banyuwangi. “Mayoritas masyarakat Banyuwangi sudah mendukung pagelaran gandrung sewu itu sendiri,” tegasnya

Rencananya PAPPRI juga akan bersinergi dengan stakeholder pemerintah daerah. “Kami ingin audensi dengan Bupati Anas serta kepala dinas kebudayaan dan pariwisata,” imbuhnya.

Dalam pertemuan itu dedengkot dan pentolan putra terbaik Banyuwangi juga hadir, seperti penyanyi dengan lagu lagu khas Banyuwangian; Catur Arum, Candra Banyu, Demy, Koming, Nanang, dan beberapa rekan rekan seprofesinya.

Reporter: Rohman

Editor: Richad

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *