Wednesday, August 12, 2020
Home EKONOMI Sentra Batik Tulis ‘Legenda’ Tanjung Bumi Disambangi Gubernur Khofifah

Sentra Batik Tulis ‘Legenda’ Tanjung Bumi Disambangi Gubernur Khofifah

“Alhamdulilah, Penjualan Batik Mulai Normal Sejak Akhir Mei Hingga Juli”

KABAR RAKYAT – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi sentra penjualan batik tulis di Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura, Sabtu (25/7) sore. Utamanya, untuk melihat perkembangan penjualan produk batik yang ikut terdampak pandemi COVID-19.

Dalam kunjungannya ke sentra batik tersebut Gubernur Khofifah juga didampingi, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron beserta jajarannya, Kadis Perindag Prov. Jatim, Kadis Peternakan Prov. Jatim, Kepala Biro Kesos Setda Prov. Jatim, dan Kepala Biro Humas Protokol Setda Prov. Jatim.

Gubernur Khofifah, bersyukur, karena berdasarkan informasi  pedagang batik tulis di Tanjung Bumi sejak akhir Mei, Juni dan Juli penjualan produk batik sudah mulai normal. Dibanding awal Maret, pandemik, omset penjualan batik sangat menurun

Menurutnya, keberadaan Tanjung Bumi merupakan sejarah panjang dan melegenda  dari pembatik tulis di negeri ini. Kekayaan budaya dari para pembatik tradisional ini menjadi tanggung jawab semua pihak untuk melestarikan, mengembangkan dan mempromosikan.

Terlebih, batik tulis di Bangkalan Madura ini salah satu andalan  Produk Tekstil (TPT) di Jatim.

“Sebagai produk tekstil maka budaya membatik di Tanjung Bumi ini harus mendapatkan ruang untuk promo pasarnya. Karena makin besar pasarnya maka tentu kreatifitas dan inovasi akan terus tersupport,” urainya.

Baca:

“Tadi juga ditunjukkan ada koleksi batik yang usianya sudah puluhan tahun. Hal ini sebenarnya untuk menunjukkan betapa detail dan lamanya proses untuk menghasilkan selembar batik ini,” lanjutnya.

Di akhir kunjungan di sentra batik tersebut, Gubernur Khofifah juga berharap agar pemulihan ekonomi di Jatim bisa segera diwujudkan. Serta, akan bisa segera didetailkan pada unit usaha dan komoditasnya, dan tidak hanya sekedar sektornya.

Salah satu pemilik toko batik di Tanjung Bumi Hanif Muslim mengatakan, bahwa awal adanya COVID-19 batik yang bisa terjual dalam sebulan pernah  hanya beberapa potong batik. Dan ini berlangsung hampir 3 bulan, padahal sebelum adanya COVID-19 dalam sehari bisa terjual 10 potong batik.

EDITORRichard

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER