Serapan Anggaran Belanja Minim, Silpa Kurang 1 Triliun

234 views
banner 468x60)

banner 468x60)

KABARRAKYAT, BANYUWANGI – Menjelang akhir tahun 2017, penyerapan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Banyuwangi baru terserap 73 persen dari total anggaran APBD Tahun 2017 sebesar Rp. 3,42 triliun. Dampaknya akan terjadi Silpa anggaran kurang lebih 27 persen atau kurang dari Rp. 1 triliun.

Angka tersebut terdiri dari, realisasi penyerapan anggaran belanja tidak langsung sekitar 82,44 persen atau Rp. 1.144 triliun dan penyerapan anggaran belanja langsung mencapai 66,55 persen atau Rp. 1.352 triliun. Kondisi ini menunjukan masih banyak Satuan Kerja Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Banyuwangi belum menyerap semua anggaran di APBD Tahun 2017, termasuk APBD Perubahan.

“Data ini saya cermati dari Rekapitulasi Realisasi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) hingga tanggal 15 Desember 2017 di Webside Pemerintah Daerah,” ucap pemerhati APBD, H.Yadi dari Forum Kajian Study Pembangunan Banyuwangi, Selasa (19/12/2017).

Menurut Yadi, belum maksimalnya penyerapan anggaran yang dilakukan oleh SKPD disebabkan beberapa faktor diantaranya masih ada pengerjaan proyek yang belum selesai. Proyek pembangunan sudah selesai, namun administrasi penagihan belum selesai. Hal ini juga menyebabkan anggaran di SKPD tersebut tidak bisa terserap sepenuhnya.

“Bisa juga bantuan keuangan dari pusat maupun propinsi seperti DAK atau BKK tidak terserap karena kegiatannya belum dilakukan, hal ini masyarakat harus mengetahui ,” ungkap Yadi.

Yadi menambahkan, ada 5 SKPD yang serapan anggarannya masih belum maksimal diantaranya Dinas Kesehatan penyerapannya hanya mencapai 62,89 persen dari anggaran sebesar Rp. 267,3 miliar, Dinas PU Cipta Karya dan Penataan Ruang baru menyerap 76,84 persen dari anggaran sebesar Rp. 357,4 miliar, Dinas Perumahan dan Pemukiman terserap 59,82 persen dari anggaran sebesar Rp. 9 miliar, Dinas Komunikasi Informatikan dan Persandian, terserap 56,31 persen dari total anggaran sebesar Rp. 7,6 miliar,Dinas Perikanan dan Pangan terserap sebesar 77,63 persen dari total anggaran sebesar Rp. 16,6 miliar.

“Dinas Koperasi dan Usaha Mikro serapannya cukup maksimal mencapai 95,38 persen dari total anggaran sebesar Rp. 10,1 miliar,” ungkap Yadi mengakhiri wawancaranya.

Reporter : Redaksi/Coi

Baca juga : Nota R-APBD 2018, Bupati Fokuskan Pemerataan Ekonomi Berkeadilan

banner 468x60)

#APBDBanyuwangi #Banyuwangi_Kab #inspirasidaritimur kabarrakyat.id

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply