Minggu, Januari 17, 2021
Beranda JATIM BONDOWOSO Seriusi Temuan Bata Era Majapahit Pemkab Bondowoso Lakukan Geolostrik

Seriusi Temuan Bata Era Majapahit Pemkab Bondowoso Lakukan Geolostrik

REPORTERIfa Bahsa

KABAR RAKYAT – Dinas Pendidikan dan Kebubdayaan Bondowoso melakukan geolistrik di lokasi temuan bata yang diduga peninggalan era Majapahit di Desa Alas Sumur Kecamatan Pujer.

Geolistrik dilakukan untuk untuk mengetahui sebaran dan luasan struktur batu bata kuno yang ditemukan pada September 2020 itu.

Demikian diterangkan oleh, Kasi Sejarah Dan Kepurbakalaan Disdikbud Bondowoso, Herry Kusdarianto, Senin siang (23/11/2020).

“Tujuannya adalah untuk mengetahui potensi struktur batu bata tersebut apa bisa dikembangkan atau tidak nantinya,” jelasnya.

Ia menjelaskan Geolistrik dilakukan oleh teknik geofisika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Atas saran Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur selama empat hari, terakhir Minggu kemarin (22/11/2020).

Diketahui, bahwa katanya geolisttik dilakukan di enam titik. Sekaligus, masuk sumur untuk melihat stratigrafi dan struktur tanah.

Hanya saja, selama prosesnya  terkendala oleh hujan yang  mengguyur kawasan itu setiap siang hari.

“Memang tidak bisa maksimal karena musim penghujan. Kalau hujan akan mengacaukan perhitungan listriknya. Mulai awal kita hanya bisa start dari pagi sampai jam 1 dan habis itu hujan,” jelas Heri pada awak media.

Saat ini, tim geofisika ITS telah kembali ke Surabaya untuk mengolah data tersebut. Selanjutnya, sekitar seminggu ke depan akan dipaparkan di Forum Group Discussion (FGD) .

“Katanya berkisar 1 minggu setelah kegiatan dan akan dipaparkan ketika FGD,” imbuhnya.

Namun, Ia memastikan, manakala hasil  geolistrik nantinya perlu ekskavasi penyelamatan. Pihaknya bersama BPCB akan melakukan ekskavasi.

Untuk informasi, pada September 2020 lalu seorang warga Desa Alas Sumur, Abdul Ghani menemukan bata dan mangkok peninggalan sejarah.

Setelah dilakukan penelitian oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Jawa Timur dengan turun langsung.

Disebutkan oleh Wicaksono Dwi Nugroho, Arkeolog BPCB Trowulan, bahwa, melihat dari ciri fisik bata menunjukkan bahwa bata itu berasal dari masa Majapahit.

“Dari ciri-ciri fisik ini jelas dari masa Majapahit,”tutupnya.

EDITORSetiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca