Sidang TPPU Menghangat, Eks Kepala BPN Bersaksi di PN Denpasar

  • Whatsapp
Sidang di Pengadilan Negeri Denpasar
ft. Istimewa

KabarRakyat.ID – Sidang kasus dugaan penipuan, pemalsuan surat dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rp 150 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar menghangat. Mantan Kepala BPN Badung, Tri Nugraha, Kamis (14/11) bersaksi dalam persidangan.

Dalam sidang terungkap jika saksi menerima  uang dari Sudikerta usai transaksi penjualan tanah pada bos Maspion Alim Markus. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eddy Arta Wijaya dkk mencecar terkait keterlibatan Tri Nugroho dalam jual beli tanah seluas 38.650 m2 SHM 5048/Jimbaran yang berlokasi di Pantai Balangan, Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Awalnya, Tri yang merupakan Kepala BPN Badung mulai Mei 2011 hingga Februari 2013 membantah uang tersebut sebagai fee.

Read More

Pejabat BPN Pusat ini menyebut jika uang yang diterima, merupakan hasil pinjaman dari Sudikerta. Jaksa lalu membacakan BAP Tri Nugraha saat diperiksa penyidik kepolisian. Dalam keterangannya, Tri sempat dihubungi Sudikerta Agustus 2013 yang mengatakan jika tanah di Balangan sudah laku. Lalu Tri menanyakan terkait fee miliknya. “Tidak ada fee untuk saya pak,” ujar JPU membacakan keterangan Tri dalam BAP.

Mantan pejabat BPN ini, membantah keterangan tersebut dan tetap menyatakan jika uang tersebut merupakan pinjaman. “Waktu telpon itu awalnya memang saya bilang minta fee. Tapi akhirnya saya minta sebagai pinjaman. Ada kuintansinya dan sudah disita penyidik kepolisian,” terangnya.

Tri juga menyebut sudah mengembalikan uang tersebut 5 tahun kemudian tepatnya pada 2018 lalu. “Sudah saya kembalikan melalui H. Didik. Kwitansi pengembalian juga ada dan sudah disita penyidik,” lanjutnya.

“Kenapa tidak langsung dikembalikan ke Sudikerta,” tanya JPU. “Waktu Pak Sudikerta susah sekali dihubungi. Lalu saya titipkan ke H. Didik untuk diserahkan ke Sudikerta,” tegasnya.

Usai JPU, giliran majelis hakim yang mencecar Tri terkait pinjaman uang tersebut. Hakim Ketua, Estar Oktavi kembali menegaskan apakah uang tersebut merupakan fee atau pinjaman. Hakim sendiri lalu membandingkan saat dirinya meminjam uang di bank dengan administrasi yang cukup rumit.

Dalam sidang juga terungkap peran Tri sebelum jual beli tanah dilakukan. Tri mengatakan sempat diajak Sudikerta ke Surabaya terkait pertanahan pada Desember 2012. Tri mengaku sempat diajak ke kantor PT Maspion untuk menemui Alim Markus. Namun ia membantah sempat bertemu Alim Markus.

“Waktu itu saya cuma menjelaskan jika tanah tersebut tidak bermasalah dan sudah sesuai dengan sertifikat. Tapi waktu itu transaksi batal karena akhirnya Alim Markus tahu tanah tersebut masih dalam proses PK di MA,” bebernya.

Selain itu, Tri yang kini bertugas di BPN Pusat mengaku sempat menandatangani pergantian sertifikat SHM 5048 tersebut sehari setelah dilantik sebagai Kepala BPN Badung pada 11 Mei 2011 lalu. “Jadi saya hanya tanda tangan pergantian sertifikat tersebut. Prosesnya sudah dilakukan sebelum saya dilantik,” ujarnya

Menanggapi keterangan Tri Nugraha, politisi Golkar asal Pecatu, Kuta Selatan ini membenarkan memberi pinjaman kepada Tri Nugraha. “Lainnya akan saya tanggapi melalui pledoi (pembelaan),” tegasnya.

Selain Tri Nugraha, tiga saksi lainnya juga diperiksa yaitu Notaris Triska Damayanti serta Herry Budiman dan Hartanto Damali dari PT Dua Kelinci.

Reporter: Suharnanto

Editor: Richard

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *