Srikandi Bondowoso Lounching Sabun dan Lulur Berbahan Kopi

  • Whatsapp

Foto: Lounching Srikandi Kopi Bondowoso

KABARRAKYAT.ID – Kelompok Srikandi Kopi Bondowoso meluncurkan sabun dan lulur berbahan dasar kopi arabika. Peluncuran produk ini menjadi terobosan diversifikasi produk Kopi di Kabupaten Bondowoso.

Read More

Ketua Kelompok Srikandi Kopi Bondowoso, Khusnul Khotimah mengatakan, lounching produk itu dilakukan setelah proses pelatihan dan pendampingan oleh Perhimpunan Pengambangan Media Nusantara (PPMN) melalui Program Citradaya Nita berlangsung selama 3 bulan. Selain itu, peluncuran tersebut sekaligus menandai eksistenti Kelompok perempuan pertama di industri hilir Kopi Bondowoso.

“Kami berterima kasih kepada PPMN dan Fellow Citradaya Nita yang sudah mendampingi selama 3 bulan terakhir. Membantu kelompok kami membuat sebuah produk yang memiliki nilai jual tinggi. Untuk saat ini, kami luncurkan produk Sabun dan Lulur Kopi,” kata Khusnul kepada kabarrakyat.id usai Peluncuran yang digelar di Kedai Beruang Seduh, pada Selasa (6/11/2018).

Menurut Khusnul, melalui peluncuran produk itu diharapkan mampu menambah dan mendatangkan penghasilan bagi anggota kelompok khususnya keluarga petani kopi. Ke depan, lanjut khusnul, Srikandi Kopi Bondowoso akan meluncurkan produk turunan lain yang juga berbahan dasar kopi.

Sementara itu, Project Officer Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN), Artha Sena mengakui bahwa progres yang ditunjukkan kelompok Srikandi Kopi Bondowoso lebih dari ekspektasi yang dibayangkan. Menurutnya, dari sekian kelompok yang didampingi oleh Program Citradaya Nita, kelompok Srikandi Kopi Bondowoso merupakan salah satu yang terbaik.

“Kami sangat senang melihat perkembangan ini. Program yang dijalankan oleh Friska sebagai jurnalis perempuan peraih Citradaya Nita, terbukti mampu memberdayakan ibu – ibu di sektor hilir kopi. Antusiasme yang luar biasa,” tegas Sena.

Kepala Bidang Perindustrian, Agung mengatakan, peluncuran produk oleh Kelompok Srikandi Kopi itu merupakan salah satu prestasi di Bondowoso. Menurutnya, selama ini belum banyak kelompok perempuan yang berdaya menghasilkan produk bahkan sampai menggelar acara peluncuran.

Untuk itu, Agung berjanji akan membantu kelompok Srikandi Kopi Bondowoso agar mudah mengurus berbagai perizinan yang harus dilengkapi.

“Kami mengapresiasi kegigihan para ibu-ibu. Kami akan membantu semaksimal kami utamanya yang berkaitan dengan perizinan produk,” ujarnya.

Sekadar diketahui, peluncuran produk sabun dan lulur berbahan dasar kopi arabika itu sekaligus mengakhiri Program Citradaya Nita 2018 di Bondowoso. Yakni, program tahunan yang digelar oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN).

Dimana, PPMN melakukan program peningkatan kapasitas media melalui berbagai pelatihan dan membangun media baru di daerah terpencil serta membantu berbagai program pengembangan jurnalis warga.

Melalui Citradaya Nita 2018 itu, PPMN bekerjasama dengan sejumlah jurnalis di daerah untuk melakukan jurnalisme advokasi. Di mana selain memproduksi produk jurnalistik, para jurnalis peraih fellowship juga diberi kesempatan melakukan pendampingan kepada kelompok wanita dengan tujuan peningkatan perekonomian kelompok tersebut.

Di tahun ketiga Fellowship ini, tercatat ada 10 Jurnalis perempuan yang terpilih untuk melaksanakan berbagai program pendampingan kepada kelompok perempuan. Mereka berasal dari Medan, Lombok, Bengkulu, Bondowoso, Banyuwangi, Surabaya, Bogor, Padang dan Papua.

Reporter: Muklis

Editor: Rony

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *