Subhanallah! Tukang Becak Dan Istri di Situbondo Pergi Haji

155 views
tukang becak dan istri naik haji (1)

Tohari (58) dan Sehrawati (52), warga Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. Ft. Yons/kabarrakyat.id

Penghasilan kecil tak menjadikan cita-cita suami istri, Tohari dan Sehrawati untuk pergi ibadah haji pupus di jalan. Justru dengan kehidupan pas-pasan keduanya banyak bersyukur pada Allah SWT, makin semangat dan kuat mengejar impian yang kini jadi kenyataan.

KABARRAKYAT.ID – Pasangan, Tohari (58) dan Sehrawati (52), warga Desa Banyuputih, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur serasa tak percaya jika tahun 2019 ini, masuk daftar berangkat ke tanah suci Makkah untuk ibadah haji.

Aktivitas  setiap harinya, menjadi tukang becak dan dengan gigih dan selalu hidup prihatin, uang sisa belanja sehari-hari ditabung selama 25 tahun. Akhirnya, cita-cta berangkat ibadah haji bersama-sama  terlaksana.

Diceritakan pasangan sederhana ini, keinginan bisa ibadah haji sudah diniatkan sejak puluhan tahun yang lalu. Sedikit demi sedikit uang sisa belanja sehari-hari dan biaya membayar anak sekolah dikumpulkan dengan penuh iklah dan sabar.

Meski penghasilan sebagai tukang becak di Kabupaten Situbondo, tidak menentu tetap uang sisa hidup sehari ditabung. Rasa antara percaya dan tidak, uang ditabungan bisa melunasi biaya ibadah haji bedua dengan istrinya. Keduanya ikut dapat kepastian berangkat, setelah mendapatkan perlengkapan dari Kementrian Agama di Kabupaten Situbondo, jika dirinya resmi , jadi jemaah haji tahun 2019.

tukang becak dan istri naik haji (2)

Pak Tohari menunjukan fasilitas ibadah haji ke Makkah. Ft. Yons/kabarrakyat.id

Meski sudah masuk daftar keberangkatan. Pak Tohari, hingga kini masih kerja menarik becaknya, dijalanan Situbondo untuk melayani pelanggan tetapnya. Bahkan untuk mempercepat biaya haji, Tohari rela kerja sebagai buruh tani dilahan tetangganya.

“Semua karena niat ingin ibadah haji. Semua ini berkah dari Allah SWT. Padahal melihat kemampuan, penghasilan sehari-hari dari becak, kadang dapat Rp. 50 ribu bahkan kadang dapat Rp. 30 ribu sehari. Itupun saya sisihkan untuk biaya anak sekolah,” kata Seharwati didampingi suaminya Tohari saat ditemui kabarrakyat .id di Situbondo, Selasa (9/7/2019).

Diceritakan pasangan calon jemaah haji Situbondo, bayar biaya awal pada 2010, lalu. Dan sisanya diangsur setiap bulan hingga lunas dan bisa berangkat.

Reporter: Yons

Editor: Choiri

banner 970x90









Loading...

#abang becak naik haji #Haji Situbondo #ibadah haji #situbondo

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply