Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Syaifudin Pimpin PWI Banyuwangi Berkesinambungan

Syaifudin Pimpin PWI Banyuwangi Berkesinambungan

REPORTERFattahur

KABAR RAKYAT – Syaifuddin Mahmud dipilih kembali Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Banyuwangi periode 2020-2023, secara berkesinambungan.

Wakil Pimpinan Redaksi Koran Radar Banyuwangi, akrab disapa Aif ini terpilih aklamasi dalam Konferensi ke-III PWI Banyuwangi di Pendopo Saba Swagata Blambangan, (23/10/2020).

Terpilihnya Saifuddin sudah diperkirakan sebelumnya dikarenakan dukungan anggota yang mayoritas. Pria kelahiran Tulungagung dinilai cakap dalam menakodai PWI Banyuwangi.

Baca : Kampung Roti Banyuwangi Antusias Sambut Program UMKM Naik Kelas ala Ipuk Fiestiandani

Konfercab dihadiri Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim dan sejumlah pengurus PWI Jatim, mengukuhkan hasil Konfercab di Pendopo Kabupaten Banyuwangi tersebut.

Syaifudin Mahmud berterimakasih atas amanah yang sudah diberikan kepadanya dan berharap dukungan dari seluruh pengurus dan anggota PWI Banyuwangi.

Kedepan, kata Aif, akan melanjutkan program kerja PWI Banyuwangi yang belum rampung. Yang diharapkan pula PWI Banyuwangi kedepan semakin solid.

Baca : Syah Natanegara Minta Restu Kiai Achmadi Pogalan

Aif juga berkeinginan memiliki rumah besar PWI yang representatif guna menunjang kinerja yang lebih maksimal. “Kami juga akan merangkul dan membuka peluang sebesar-besarnya bagi para wartawan yang ingin bergabung ke dalam rumah besar PWI Banyuwangi,” jelasnya.

Sementara Ketua PWI Jatim Ainur Rohim mengatakan, perkembangan media semakin meningkat dan banyak tantangan. Menurutnya, tantangan media massa ini sudah tidak lagi antar media massa tapi antara media massa berkompetisi dengan media sosial.

“Dan itu realitas yang tidak bisa tolak. Salah satu indikatornya soal capaian iklan media sosial dari waktu ke waktu semakin besar, sementara porsi iklan yang masuk ke media massa cenderung menurun. Itu fakta yang tentunya sangat memprihatinkan, tapi jangan sampai kemudian hal itu mematahkan semangat kita,” ujarnya.

Baca : Peringati Hari Santri, Pemkab Trenggalek Serukan Jihad Perangi Covid-19

Dia berharap, pemerinta maupun pemangku kepentingan yang lain bisa memberikan atensi lebih untuk media massa.

“Kenapa? karena platform media massa itu pada hakikatnya punya kewajiban untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat luas, termasuk media sosial,” ucapnya.

Lebih jauh, kata Ainur Rohim, pendidikan masyarakat di media massa itu jauh lebih terarah dan terukur serta memiliki pedoman yang jelas.

Baca : PLN Peduli, Bantu Bibit Lobter dan Kerapu ke Pengerambah

“Karena di media massa ada proses klarifikasi, verifikasi, dan konfirmasi sebelum suatu informasi itu disampaikan kepada masyarakat. Sementara di media sosial, tiga proses itu tidak ada” jelasnya.

Lalu apakah media sosial bisa mengakomodasi kepentingan banyak pihak, tentu bisa tapi konten informasinya itu tidak tersaring sebaik di media massa.

“Kalau itu terus menerus kita lakukan dan level pendidikan dan kesadaran masyarakat menerima perbedaan itu masih belum bagus, dikhawatirkan akan timbul konflik atau polemik di masyarakat,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca