Kamis, November 26, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Tak Hanya Sebagai Irigasi Saja, Bendungan Air di Banyuwangi Juga Jadi Tempat...

Tak Hanya Sebagai Irigasi Saja, Bendungan Air di Banyuwangi Juga Jadi Tempat Wisata

REPORTERHariyadi/*

KABAR RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong perkembangan sektor pariwisata dengan melakukan berbagai terobosan. Pandemi Covid-19 tak menyurutkan Pemerintahan Banyuwangi untuk mengembangan pariwisata di Bumi Blambangan.

Bahkan, Banyuwangi memberikan jaminan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan bagi wisatawan lewat digitalisasi pariwisata dengan bertransaksi lewat platform nontunai uang elektronik. Sebagai salah satu terobosan untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata.

Seperti diketahui, Banyuwangi sebagai kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini semakin berkembang dan dikenal luas seantero nusantara memiliki sejumlah destinasi wisata yang menakjubkan. Banyak tempat-tempat berpotensi disulap menjadi sebuah obyek wisata.

Terdapat beberapa titik kawasan sungai dan Dam (Bendungan pengatur air, red). Sejumlah Dam seperti Dam Gembleng Kecamatan Rogojampi, Dam Setail Kecamatan Genteng, Dam Blambangan Srono, Sungai Kalilo, dan kawasan sungai lainnya yang dulunya sepi kini menjadi jujugan wisata masyarakat.

Dam air peninggalan jaman Belanda di Banyuwangi terwawat dengan baik.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Ir Guntur Priambodo mengatakan, perombakan wajah sungai ini guna mengembalikan fungsi bendungan yang bisa digunakan masyarakat secara maksimal. Sekaligus mendukung upaya pemerintah mengembangkan sektor pariwisata.

“Bukan sekadar dicat warna warni, namun juga dikelola dan ditata semenarik mungkin. Terutama menjaga kebersihan sungai itu sendiri. Kalau tempatnya bersih, pasti masyarakat senang dan pasti setelah ditata sedemikian rupa akan menjadi jujugan wisatawan,” ujar Guntur saat dikonfirmasi beberapa hari yang lalu.

Guntur menjelaskan hampir seluruh dam-dam di Banyuwangi dibangun jaman kolonial Belanda, yang terkenal dengan bangunannya sangat kokoh dengan arsitek antik.

Seperti Dam Setail dan Dan Gembleng, yang dibangun pada tahun 1921, Dam Karangdoro dibangun 1921, Dam Blambangan dibangun tahun 1925, dan Dam Sasak Gantung dibangun 1926.

Dam air peninggalan jaman Belanda di Banyuwangi terwawat dengan baik.

“Bangunan Dam ini menarik sekali kalau bisa jadi salah satu obyek wisata. Hasilnya sangat positif, setelah dicat dan ditata, Dam tinggalan Belanda kini menjadi obyek wisata baru di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Bahkan, kata Guntur, beberapa tempat ramai pengunjung saat libur panjang kemarin.

Meski demikian, Guntur mengimbau kepada masyarakat atau wisatawan yang berkunjung ke tempat-tempat wisata air ini tetap mematuhi protokol kesehatan di tengah Pandemi Covid-19. Serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami berharap agar wisatawan dan masyarakat sekitar wisata tetap mematuhi protokol kesehatan dan menjaga kebersihan lingkungan. Kami juga berharap, tempat-tempat wisata kawasan sungai dan Dam ini dapat berkontribusi memulihkan sektor pariwisata di Banyuwangi,” pungkasnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca