Saturday, October 31, 2020
Home DESTINASI Tak Ingin Stagnan Perupa Banyuwangi Gandeng Hotel Berbintang

Tak Ingin Stagnan Perupa Banyuwangi Gandeng Hotel Berbintang

- Advertisement -

KABAR RAKYAT – Komunitas Perupa Banyuwangi terus berikhtiar dalam mengekspresikan karya -karya seni. Salah satu yang menarik pengelola hotel berbintang di Banyuwangi memberikan tempat gratis untuk para perupa dalam berekspresi.

Seperti yang terungkap dalam gesah bareng perupa Banyuwangi, seniman Banyuwangi mengaku tetap optimis meski dalam kondisi kesulitan.

Di tengah pandemi perupa bumi Blambangan menemukan ruang untuk mengeksplore . Sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi membuka diri bagi perupa untuk memajang karya -karya mereka.

Kesempatan emas ini dipersembahkan oleh manajemen hotel Aston sebagai bentuk kepedulian dan sinergitas terhadap seniman Banyuwangi.

Sinergitas yang mulai terbangun dengan manajemen hotel kiranya bisa digunakan teman-teman perupa untuk meningkatkan produktifitas karya seni.

Dialog antar Perupa Banyuwangi di Hotel Aston

“Kesempatan emas harus dimanfaatkan di tengah pandemi C-19 seniman tidak boleh menyerah. Sinergitas dengan hotel Aston, hotel Kokon dan Royal hotel merupakan solusi untuk mempromosikan karya perupa Banyuwangi,” kata Imam Maskun sarjana seni rupa alumni kampus Malang, Sabtu (3/10/2020).

Imam yang dikenal pemerhati seni rupa Banyuwangi mengaku terpanggil menempatkan perupa dikelola secara profesional.

“Perupa Banyuwangi memiliki potensi yang pantas kita hargai karena kualitas karya mereka luar biasa bagus. Nah dalam diskusi kali ini bagiamana teman-teman bisa berkarya lebih baik lagi manfaatkan hotel untuk promosi,” ungkap Imam Maskun dikenal pendiri Langgar Art, Banyuwangi.

Diskusi di hotel Aston Banyuwangi menjadi perekat pelaku seni budaya Banyuwangi. Lebih dari 50 perupa kumpul berbicara mulai dari kesulitan bahan cat, hingga harapan di masa depan.

Bahkan pemerhati kepariwisataan Aekanu juga penulis buku Tragedi Sritanjung pun hadir. Tidak kecuali ketua PWI Banyuwangi Saifuddin Mahmud menjadi saksi diskusi menarik seniman Banyuwangi.

” Gesah antar perupa Banyuwangi penting dalam meningkatkan karya-karya seni. Saya memberikan apresiasi kepada pihak hotel Aston, khususnya mas Imam Maskun yang terus menginspirasi kita tetap berkarya. Kerjasama dengan perhotelan merupakan angin segar bagi seniman Banyuwangi untuk penguatan sektor pariwisata”, kata Aekanu.

Dialog antar Perupa Banyuwangi di Hotel Aston

Bentuk dukungan perupa Banyuwangi juga disampaikan ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI) Cabang Banyuwangi Saifuddin Mahmud. Wartawan senior kelahiran Tulungagung salut atas kemauan kuat perupa Banyuwangi.

Diskusi solutif seperti ini, kata Ketua PWI Banyuwangi, Syaifudin Mahmud, bagian penting dalam meningkatkan kualitas karya seniman Banyuwangi. Sinergitas dengan pihak ketiga patut diapresiasi sebab ke depan karya perupa Banyuwangi akan diburu oleh kolektor barang seni.

“Hotel berbintang di Banyuwangi menjadi tempat yang sangat sexy untuk promosi. Sebaliknya, tamu hotel juga dimajakan dengan karya perupa Banyuwangi. Posisi ini perlu saling menguatkan,” ungkap Saifuddin Mahmud.

Pameran karya perupa Banyuwangi tidak ingin stagnan meski  kondisi pandemi  berkangsung. Selain menggandeng hotel, pameran lukisan secara viritual dilakukan  seniman dan pemerhati seni Banyuwangi agar diketahui publik secara luas.

Yosi mewakili manajemen hotel Aston Banyuwangi mengatakan, sinergitas bareng seniman Banyuwangi merupakan bentuk penguatan pariwisata.

“Sejatinya seniman bagian yang tidak terpisahkan dengan bisnis perhotelan dan pariwisata. Keduanya saling memberikan nilai tambah. Penguatan kerjasama menjadi penting dan menarik wisatawan ke Banyuwangi,” tandasnya.***

EDITORChoiri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca