Tak Puas Dengan Aktivitas Tambang Minyak, Ratusan Nelayan Sampang Demo Di Tengah Laut

  • Whatsapp
Nelayan madura demo (1)
Gerakan Masyarakat Menggugat (GSM) berunjuk rasa ke tengah laut

KabarRakyat – Gara-gara pendapatannya berkurang, ratusan nelayan Desa Camplong, Sejati, dan Tanjung yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Menggugat (GSM) berunjuk rasa ke tengah laut.

Yakni, di tempat Husky Cnooc Madura Limited (HCML) melakukan eksplorasi minyak di perairan selatan Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur (20/3/2020) sore.


Dalam unjuk rasa tersebut, selain menuntut ganti rugi atas kegiatan HCML yang membuat pendapatannya berkurang, para nelayan juga mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur, SKK Migas dan HCML untuk segera melibatkan Pemerintah Kabupaten Sampang dalam pengelolaan Participacing Interes (PI) serta kontribusi lainnya untuk pembangunan daerah Sampang.

Tak hanya itu, mereka juga meminta HCML agar memberikan kompensasai corporate social rensponsibility (CSR) kepada masyarakat nelayan Camplong.

“Hentikan adu domba, propaganda negatif dan intimidasi kepada masyarakat nelayan Camplong,” kata Korlap GSM, Buradi.

Buradi mengatakan, sejak tahun 2013 sampai dengan 2020, masyarakat Sampang sudang berulangkali melayangkan tuntutan ganti rugi tersebut.

“Tuntutan ganti rugi atau kompensasi itu diakibatkan oleh pengusiran yang dilakukan oknum yang menjaga diperairan sekitar ajungan HCML sehingga masyarakat melaut ke tempat yang lebih jauh,” katanya.

Atas hal tersebut, GSM mendesak Kementerian Lingkungan Hidup untuk meninjau ulang AMDAL HCML yang ditertibkan pada 2011 lalu itu.
“Dan kami minta, segera atasi dampak negatif akibat kebocoran gas,” sebutnya.

Sementara, Penanggung Jawab unjuk rasa, Samsudin meminta tuntutan tersebut harus dipenuhi.

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *