Tanggapan GTT dan PTT Soal Kenaikan Honor

  • Whatsapp
Tanggapan GTT dan PTT Soal Kenaikan Honor
Tanggapan GTT dan PTT Soal Kenaikan Honor

BANYUWANGI – Karyawan K2 yang terdiri dari Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) ramai memperbincangkan soal kenaikan honor Rp. 750 ribu perbulan yang akan cair triwulan sekali pada tahun 2018 mendatang.

Para guru yang rata-rata dari Sekolah Dasar ini sangat mengharapkan  adanya kenaikan honor untuk GTT dan PTT.

Baca  :  DPRD Desak Eksekutif Sejahterakan GTT dan PTT

Seperti yang diungkapkan Kordinator GTT dan PTT Daerah Banyuwangi, Hj. Anis Audiyah, M. Pdi, usulan mengenai kenaikan honor dari Rp. 300 ribu menjadi Rp. 750 ribu bagi GTT PTT di Banyuwangi sangat ditunggu oleh karyawan K2. Anis berharap, Pemerintah Daerah Banyuwangi dan DPRD Banyuwangi bisa cepat menggodognya sehingga dapat dicairkan tahun depan.

“Saat hearing soal kenaikan honor GTT dan PTT yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, H. Joni Subagio, SH. MH, sudah disampaikan aspirasi dan permintaan maaf mengenai usulan kenaikan honor yang kemarin sempat terjadi miss komunikasi dan menyebabkan anggota dewan tersinggung,” terang Anis usai hearing di ruang khusus DPRD Banyuwangi, Selasa (22/11/2017).

Pihaknya tetap konsisten memperjuangkan kenaikan honor yang rencananya akan dianggarkan sekitar Rp. 63 Milyar tersebut. Dia berharap bisa cair 100 persen.

Baca juga :  Upah Guru Honorer Terancam Batal Naik

Sementara itu, Kordinator Kecamatan Licin, Drs. Halim mewakili K2 dari 25 Kecamatan se-Banyuwangi mengungkapkan, sudah sangat dipahami betul apa yang sudah disampaikan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, H. Joni Subagio, SH. MH saat memimpin hearing mengenai kenaikan honor K2.

Drs. Halim
Drs. Halim

Anggota dewan DPRD Banyuwangi punya fungsi legalitas, fungsi pengawasan, fungsi anggaran dan fungsi aspirasi. Sehingga  pihaknya tidak salah jika menyampaikan aspirasi kepada DPRD Banyuwangi. Salah satunya mengenai kenaikan honor.

Uraian pimpinan hearing dinilai sudah singkron dan komplit, baik dari eksekutif maupun legislatif. “Besar harapan kami soal kenaikan honor itu bisa secepatnya dibahas. Dan alhamdulillah, rekan-rekan K2 konsisten  mengawal kenaikan honor tersebut yang sebelumnya sempat mengalami miss komunikasi,” ujar Halim yang juga menjadi guru di SD Negeri 4 Segobang Kecamatan Licin ini.

Baca juga : 500 Guru dan Pegawai Tidak Tetap Minta Maaf ke DPRD

Tanggapan positif mengenai kenaikan honor juga diutarakan salah satu guru SD Negeri 1 Mojopanggung, Ernawati SPd. Erni menuturkan, pihaknya merasa bangga sudah dihadirkan dan bertemu dengan anggota DPRD Banyuwangi untuk membahas kenaikan honor tersebut.

Ernawati (kanan)
Ernawati (kanan)

“Saya yakin, anggota dewan bisa berhasil mengusahakan keanikan honor K2. Sehingga memberikan dampak positif serta memberikan perubahan setelah ada kenaikan honor. Besar harapan, kami juga bisa diangkat menjadi pegawai negeri setelah mengabdi sekian tahun menjadi guru,” jelasnya.

Reporter : Fattahur

Related posts

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *