Tantriana Sari:  9 Program Koordinatif Nawa Hati Benahi Kabupaten Probolinggo

  • Whatsapp
Bupati Probolinggo
Bupati Probolinggo

Tantriana Sari, Bupati Kabupaten Probolinggo

KABARRAKYAT.ID – Bupati Probolinggo terpilih Tantriana Sari, SE dan Wakil bupati H. Timbul Prihandjoko resmi dilantik dalam Sidang Paripurna Istimewa dengan agenda Sertijab di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Kamis(27/9/2018). Dalam sambutannya Tantriana Sari mengusung 9 Program koordinatif Nawa Hati, sebagai pondasi dalam kepimpinan masa bakti 2018-2023.

Dihadapan Sidang Paripurna Istimewa Bupati Tantriana Sari sempat terharu saat mengawali pidato resmi kali pertamanya. Dihadapan pimpinan sidang DPRD Kabupaten Probolinggo, dihadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan ribuan undangan, Tantriana mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Parpol, Relawan Hati yang telah mempercayakan dukungannya untuk kembali memimpin Kabupaten Probolinggo dengan kompleksitas masalah yang dihadapi.

Isu wilayah daerah miskin yang secara faktual kabupaten Probolinggo jauh dari kelaparan, menjadi argument penting yang dijawab secara lugas dan tegas oleh Tantriana. Ada kemauan kuat Tantriana dalam melanjutkan arah kebijakan pembangunan pada periode 2018 – 2023 searah dengan kebijakan pemerintah pusat.

Yang menarik Visi dan Misi Bupati Probolinggo mengusung 9 Program Koordinatif yang dinamai Nawa Hati. Program yang bakal dijalankan melalui 7 indikator untuk memuluskan 4 misi.
Sembilan program Nawa Hati diantaranya Pesona Hati, dimana yang menjadin point orientasi adalah ekonomi kreatif berbasik IKM/UKM, pariwisata, kebudayaan dengan memanfaaatkan Bromo, Bentar dan Bremi sebagai wilayah pengembangan.

Bupati Probolinggo
Bupati Kabupaten Probolinggo siap berkerja mensejahterakan rakyat

Program Hati Sehat kembali menjadi fokus pekerjaan rumah dimana layanan kesehatan di 33 Puskesmas dan 2 RSUD diharapkan memberikan pelayanan purna khususnya bagi warga miskin. Bupati Tantriana wakil bupati Timbul Prihanjdoko menekankan peningkatan mutu pendidikan, akses pendidikan murah dan peningkatan literasi melalui perpustakan daerah hingga ke Desa.

Bupati Tantriana menyampaikan peningkatan proyek infrastruktur sebagai kebutuhan dasar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal masih harus ditingkatkan dengan dukungan anggaran pemerintah Propinsi maupun pusat.

Baca juga:

Program Nawa Hati yang merupakan rencana program jangka menengah daerah (RPJMD) juga mengedepankan peningkatab layanan publik. ” Dengan aplikasi Lapak Online, Jempol mantap di 22 kecamatan masyarakat bisa secara cepat terlayani,” kata Tantriana Sari.

Program Hati Peduli dengan target permukiman sehat dan sanitasi sebagian besar terealisasikan untuk warga miskin di pedesaan. Bupati Tantriana mengangkat soal lumbung Desa, pengelolaan lingkungan hidup serta penguatan sektor usaka kecil.

Dihadapan gubernur Soekarwo, bupati terpilih terus mencari cara meningkatkan nilai tukar hasil petani pasca panen. “Mengacu data BPS daerah kami disebut wilayah miskin namun secara faktual tidaka ada masyarakat kami kelaparan. Indeks pembangunan manusia terus naik termasuk angka penggangguran yang hanya 2,82 persen,” ungkap Tantriana Sari.

Dalam penyampaian Visi misi Tantriana akan terus melakukan pembenahan reformasi birokrasi, pemerintahan yang terintegrasi, akuntable dan ramah dalam. Pelayanan.
Penyampaian kembali visi misi bupati cukup mendapat simpati gubernur Jawa Timur Soekarwo soal upaya terobosan pemerintah kabupaten Probolinggo.

Soekarwo mengapresiasi angka pengangguran yang hanya 2,82 laporan BPS Maret 2017. ” Soal angka kemiskinan di Jawa Timur berdasarkan hasil surve bukan struktural tetapi yang terjadi kultural. Pengalaman saya di Kediri saat menanyakan kepada orang di warung warga disana hidup santai. Sulit diajak lebih produktif,” katanya.

Hal lain yang membanggakan kabupaten Probolinggo terus maju di sektor pen didikan. “Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Hasan Aminuddin hingga bupati sekarang pendidikan disini mengalami kemajuan pesat, ungkap Soekarwo, Kamis (27/9/2018).

Sidang Paripurna Istimewa Dipimpin Wakil Ketua DPRD H. Musyayib Nahrawi”,  setelah Gubernur menyampaikan pidato sidang ditutup.  Acara Sertijab berlangsung sukses dan lancar serta dihadiri sejumlah tokoh penting Jawa Timur diantaranya La Nyala Mataliti.

Reporter :  Richard
Editor      :  Choiri

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *