Tegang! Pelamar CPNS Pemkab Banyuwangi Ikut Seleksi SKD

  • Whatsapp
seleksi cpns bwi

KabarRakyat.ID – Hari pertama, pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), ikut Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyuwangi, Kamis (6/2).

Kegiatan seleksi akan berlangsung tiga hari, berturut-turut, tanggal 6-8 Februari 2020. Dibagi tiga tahap, dari 1.240 orang telah berhasil lolos seleksi administrasi sebagai CPNS daerah.

Read More

Bupati Banyuwangi Abd. Azwar Anas, saat menyapa para peserta di dalam ruangan tes melalui sambungan facetime, mengatakan kualitas SDM pemerintah merupakan kunci dari kesuksesan pengelolaan pemerintahan. Salah satunya dengan menetapkan standar Indek Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi sebagai salah satu syarat bisa melamar.

Yakni, untuk formasi umum, IPK minimal 3,5 untuk perguruan tinggi terkadreditasi C; IPK 3,25 untuk akreditasi B; dan IPK 3,00 untuk akreditasi A. Sedangkan formasi disabilitas, IPK minimal 2,75.

Dia juga kembali menegaskan kepada peserta ujian, pihak keluarga, dan masyarakat umum untuk tidak mempercayai siapa pun yang menjanjikan dapat meluluskan seseorang menjadi PNS.

“Jadi, tidak ada yang bisa mengintervensi hasil ujian. Nilai yang didapat adalah murni hasil setiap peserta,” cetusnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Data dan Diseminasi Informasi Kepegawaian Kantor Regional II Badan Kepegawaian Negara (BKN), Endang Caturini, pada wartawan di Banyuwangi, selaku tim pengawas ujian, hari pertama pelaksanaan SKD di Banyuwangi berjalan lancar.

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKD) Banyuwangi, Nafiul Huda, SKD akan berlangsung selama tiga hari, Kamis-Sabtu (6-8/2/2020). Dengan total peserta sebanyak 1.240 orang, maka setiap harinya tes akan diikuti 400an orang, dengan empat sesi per hari.

Pada tahapan seleksi ini, peserta dihadapkan dengan 100 butir soal yang terbagi dalam tiga kategori. Yakni Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

“Untuk bisa lolos tahapan seleksi ini, peserta harus bisa memenuhi nilai ambang batas minimal SKD sebagaimana diatur dalam Permenpan-RB Nomor 24 Tahun 2019. Untuk jalur formasi umum total nilai ambang batas minimal yang harus diperoleh sebesar 271. Rinciannya, nilai minimal TKP sebesar 126, TIU sebesar 80, dan TWK sebesar 65,” urai Huda.

Sementara untuk jalur disabilitas, imbuhnya, akumulasi skor minimalnya sebesar 260. “Dengan catatan, nilai minimal TIU nya sebesar 70,” pungkasnya.

Reporter: Hms/Hariyadi

Editor: Choiri

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *