Tuesday, August 11, 2020
Home BERITA Terselib Doa Pandemi Covid -19 Dalam Yadnya Kasada Suku Tengger

Terselib Doa Pandemi Covid -19 Dalam Yadnya Kasada Suku Tengger

Larung sesaji Yadnya Kasada di kawah gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur

KABAR RAKYAT – Prosesi puncak Yadnya Kasada umat hindu suku Tengger berlangsung sangat hikmat dan sakral. Umat hindu Tengger melangsung ritual suci jauh dari hinggar bingar wisatawan, Rabu dini hari (8/7/2020).

Rangkaian prosesi Yadnya Kasada memang cukup panjang.Mulai pengambilan air suci hingga proses larung sesaji di lawah gunung Bromo sebagai ungkap rasa syukur kepada sang pencipta alam.

Perayaan Yadnya Kasada tahun 2020 terasa berbeda sekali dari sebelum-belumnya. Suasana hiruk pikuk ribuan orang khususnya wisatawan tidak lagi nampak. Tidak terdengar lagi suara raungan motor dan mobil di lautan pasir nan luas. Cerita Roro Anteng tak lagi bisa dinikmati kelayak ramai di gunung Bromo.

Yah Pandemi Covid-19 menjadi penyekat dan belum menemukan solusi. Prosesi perayaan Yadnya Kasada yang agung dan suci menjadi titik harapan masyarakat suku Tengger agar pandemi Covid -19 ini segera berakhir.

Ketua Dukun Paruman Tengger, Sutomo mengkisahkan , sejatinya warga Tengger sudah terbiasa merayakan Yadnya Kasada tanpa hiruk pikuk dan hingar bingar tamu wisatawan.

“Kami dulu merayakan seperti hari ini jauh dari keramaian tamu wisata, khusuk, hikmat dalam melakukan ritual suci. Terjadi puluhan tahun silam hanya umat hindu Tengger”, kenang Dukun Sutomo saat ditemui disela-sela perataan Kasada.

Upacara Yadnya Kasada tahun ini, di Pura Luhur Poten Lautan Pasir Bromo, juga berlangsung lebih sederhana dan tertutup. Hanya warga Suku tengger dari empat Kabupaten di sekitar lereng Bromo saja yang boleh masuk. Protokol kesehatan benar diberlakukan ketat saat puncak Yadnya Kasada. Suasana hening, hikmat menjadi pembeda dari Yadnya kasada sebelumnya.

Sayub-sayub suara gamelan bagian dari ritual suku Tenger begitu agung terdengar. Sejumlah awak media yang sengaja datang meliput pun hanya bisa menengok dari kejauhan lautan pasir gunung Bromo.

Pada puncak ritual warga dan dukun Tengger menggelar larung sesaji di kawah gunung Bromo atau orang tengger menamai Tandur Tuwuh. biasanya ini yang menjadi incaran wisatwan karena langka, unik dan tentu keindahan puncak Bromo.

Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo juga pelaku usaha wisata Digdoyo Djamaluddin beeharap perayaan Yadnya Kasada tahun ini, segala macam hal buruk segera hilang. Kgususnya adalah pandemi corona, atau ‘pagebluk’ bagi warga Suku Tengger, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

” Kami juga memohon doa agar Pandemi Covid -19 segera berakhir dan semua perekonomian berjalan normal. Selain bertani warga Tengger mencari rezeki dari sektor pariwisata. Penerapan protokol kesehatan disini juga diperketat agar warga Tengger terhidar dari virus Corona dan kami siap menerima tamu,” ungkap Digdoyo penuh harap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER