Selasa, November 24, 2020
Beranda JATIM BANYUWANGI Tiga Sekolah di Banyuwangi Uji Coba KBM Tatap Muka

Tiga Sekolah di Banyuwangi Uji Coba KBM Tatap Muka

REPORTERHariyadi

KABAR RAKYAT – Tiga sekolah jenjang SMA, SMK dan SMA LB di Kabupaten Banyuwangi akan melaksanakan uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

Ketiga sekolah itu, yakni ; SMA Negeri I Pesanggaran, SMK Negeri  I Glagah dan SMA LB, karena lokasinya berada diwilayah yang transmisi atau penularan COVID-19 nya rendah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi, Istu Handono mengatakan, kebijakan relaksasi penerapan KBM tatap muka terbatas ini seiring terbitnya Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Timur No. 402/11350/101.1/2020. Dan sesi pertama dimulai tanggal 18 Agustus hingga 29 Agustus 2020.

Baca: Emil Dardak: Pemuda Harus Bisa Memanfaatkan Keterbatasan

“Kebijakan uji coba ini hanya berlaku bagi kabupaten dan kota dengan kategori zona kuning dan oranye, untuk wilayan zona merah tetap melakukan pembelajaran daring,“ ucap Istu Handono d konfirmasi, Rabu (12/08/2020) di ruang kerja.

Selanjutnya ketentuan pelaksanaanya, untuk kabupaten atau kota kategori orange, sekolah hanya bisa menghadirkan 25 persen dari jumlah murid, jika kabupaten dengan zona kuning dapat hadirkan 50 persen dari jumlah murid. Siswa akan dijadwalkan masuk ke sekolah secara bergantian.

“Tiga sekolah yang kami tunjuk itu akan menjadi pioner dalam pelaksanaan uji coba belajar mengajar dengan tatap muka terbatas di masa pandemi COVID-19 pada sesi dua minggu pertama,“ ucapnya.

Baca: Bupati Bondowoso Kagumi Pelayanan Sekarputih Pintar ‘No KKN’

Istu Handono berharap uji coba pembelajaran tatap muka terbatas tahap pertama ini dapat berjalan dengan baik dan tidak terjadi penularan virus corona di lingkungan sekolah.

Maka pada tahap selanjutnya pihaknya akan mengusulkan tambahan kehadiran siswa seiring dengan perkembangan dan perubahan zonasi Kabupaten Banyuwangi.

“Jika Banyuwangi menjadi zona kuning, kami akan mengajukan penambahan kehadiran siswa untuk mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka terbatas,“ ucap Istu Handono.

Baca: Dukung Program Subsidi Upah Pemerintah, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

Istu Handono menambahkan, syarat utama sekolah yang telah ditunjuk untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas, wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat, tersedia tempat cuci tangan dan sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca