Sunday, October 25, 2020
Home JATIM Tingkat Okupansi Rumah Sakit Penanganan COVID-19 di Jatim Cukup Aman

Tingkat Okupansi Rumah Sakit Penanganan COVID-19 di Jatim Cukup Aman

- Advertisement -
Khofifah Imbau Tetap Waspada dan Jangan Takut ke Rumah Sakit

KABAR RAKYAT – Kembali naiknya angka konfirmasi positif Covid-19 di berbagai wilayah, termasuk Jatim akan berpengaruh pada kapasitas bed isolasi di Rumah Sakit.

Menanggapi hal itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan kapasitas Bed Isolasi relatif cukup, dengan jumlah bed isolasi sebanyak 6.611 bed dan ICU isolasi 860 bed. Angka tersebut menjadikan Jatim dengan kapasitas bed isolasi maupun ICU isolasi tertinggi di Indonesia.

“Alhamdulillah, saat ini bed isolasi di Jawa Timur relatif cukup. Bed Occupancy Rate -nya saat ini 49%, artinya prosentase ini ideal dan sesuai dengan standar Bed Occupancy Ratio menurut WHO, yakni dibawah 60%,” tutur Gubernur Khofifah diacara Penutupan dan Wisuda Diklatpim II di Kantor BPSDM Prov. Jatim, Jl. Balongsari Tama Tandes Surabaya, pada Jum’at (11/9) siang.

Berdasarkan laporan Ketahanan Kesehatan Dalam Menjalani Tatanan Hidup dari Kemenkes RI per tanggal 8 September 2020, Jawa Timur saat ini memiliki kapasitas bed isolasi mencapai 6.611 bed dengan 3.221 bed yang terisi.

Baca: Orang Terpapar COVID-19 di Banyuwangi Bertambah, Buka Situs Resminya

Angka ini lebih tinggi dibandingkan Jawa Barat yakni 4.477 bed dengan 1.724 bed yang terisi, DKI Jakarta yakni 4.417 bed dengan 3.776 bed yang terisi dan Jawa Tengah 3.664 bed dengan 2.110 bed yang terisi.

Sedangkan, kapasitas ICU isolasi Jatim mencapai 860 bed dengan keterisian hanya 72 bed. Angka ini lebih tinggi dari Jawa Tengah yakni 738 dengan keterisian 30 bed, Jawa Barat dengan 721 bed dengan keterisian 30 bed dan DKI Jakarta dengan 574 bed dengan keterisian 250 bed.

“Ini semua, buah dari ikhtiar Pemprov Jatim bersama Pemkab/Pemko untuk meningkatkan jumlah bed isolasi. Dari Maret 525 bed, sekarang naik 12 kali lipat menjadi 6.611 bed,” ungkap orang nomor satu Jatim ini.

Kendati demikian, Gubernur perempuan pertama Jatim ini tetap menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan patuh pada protokol kesehatan.

Baca: Kalteng Bermasker, Polres Barito Utara Bagikan Ribuan Masker di Jalan

Melihat munculnya beberapa klaster baru dalam beberapa minggu ini, Gubernur Khofifah berpesan agar masyarakat membatasi aktivitas yang dirasakan beresiko tinggi untuk terjadi penularan kasus COVID-19.

Selain itu, Khofifah juga menyampaikan ke masyarakat agar menghilangkan stigma buruk kepada warga yang terkena Covid-19.

Fenomena stigma ini membuat pasien dengan gejala COVID-19 takut ke rumah sakit sehingga baru datang ketika sudah memberat. Padahal jumlah bed isolasi dan ICU isolasi di Jawa Timur relatif masih cukup.

“Terlambatnya penanganan pasien positif ini dipengaruhi oleh adanya stigma sehingga masyarakat takut untuk ke Rumah Sakit untuk diperiksakan Covid-19, padahal saat ini bed isolasi kita masih cukup,” ujar Khofifah.

Baca: Tekan COVID-19 Polresta Banyuwangi Libatkan Tokoh Masyarakat Bagi Masker Gratis

Sebelumnya, di awal bulan Juli telah dilaporkan bahwa bed isolasi di Jawa Timur mengalami overload, khususnya Surabaya Raya. Beberapa rumah sakit di Jatim juga dilaporkan memiliki Bed Occupancy Rate yang melebihi 80%.

Pemprov Jatim mengambil langkah cepat dengan mendirikan RS Darurat Lapangan Indrapura bersama pemerintah pusat, TNI, Polri diikuti dengan menambah RS Rujukan dari yang sebelumnya hanya 44 di awal April menjadi 127 RS Rujukan. Kedua langkah ini dinilai cukup efektif dalam mengatasi kondisi overload tersebut.

“Di RSUD Soetomo, pasien Covid-19 yang dirawat juga menurun. Bulan Mei mencapai 223 orang dan memuncak menjadi 622 orang di Bulan Juni. Lalu di bulan Juli turun menjadi 486 orang dan 379 di bulan Agustus,” terang dr. Joni Wahyuhadi selaku direktur RSUD Dr Soetomo.

Sementara itu, sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk terus meningkatkan kapasitas 3T yakni testing, tracing dan treatment, dalam 5 bulan terakhir Jatim juga melakukan testing dan tracing yang cukup masif.

Baca: Masuk Wisata Alam Bromo Tengger Semeru Patuhi Prokes

Dalam laporan Ketahanan Kesehatan Dalam Menjalani Tatanan Hidup dari Kemenkes RI per tanggal 8 September 2020, disebutkan bahwa Jumlah Pemeriksaan Spesimen PCR 26 Mei – 7 September 2020 Jawa Timur menduduki peringkat dua yakni 169.016 dibawah DKI Jakarta 295.626, angka ini diikuti oleh Jawa Tengah 136.456 dan Jawa Barat 134.548.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca