Friday, October 23, 2020
Home DESTINASI Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Hati-hati Buka Wisata, Jangan Sampai Menjadi Klaster...

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Hati-hati Buka Wisata, Jangan Sampai Menjadi Klaster Baru

- Advertisement -

KABAR RAKYAT Bupati Probolinggo meminta Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) tidak terburu-buru membuka wisata Bromo. Reaktifitas itu, diharapkan tidak menimbulkan klaster baru penyebaran Covid -19.

Sikap kehatian-hatian tinggi di tengah pandemi Covid -19 menjadi pijakan bupati Probolinggo dalam memberikan rekomendasi kawasan wisata. Pertimbangan ini disampaikan saat menerima tamu dari Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang PTN Wilayah 1 BB TNBTS, Sarmin bersama staf.

“Reaktifitas Bromo Tengger Semeru wajib di tata sedemikian rupa dan tidak terlalu terburu-buru. Empat wilayah yang melingkupi TNBTS harus sepakat penerapan startegi Standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan. Apalagi, status zona di sekitar Bromo masih orange dan merah,” kata Bupati Probolinggo Tantriana Sari, Rabu kemarin (8/7/2020).

Jika strategi penerapan protokol kesehatan tidak dilakukan secara bersama dan tepat dikuatirkan Bromo menjadi klaster baru penyebaran virus corona. Bupati Tantri dalam pesan pentingnya mengajak semua pihak terlibat dalam percepatan penanganan Covid -19 secara mandiri.

Termasuk pelaku jasa wisata, yang memiliki peran startegis sektor ekonomi di Jawa Timur, khususnya Kabupaten Probolinggo.

Bupati Tantri juga sangat memahami terpuruknya pelaku usaha bisnis pariwisata akibat dampak pandemi Covid -19.

“Kami mengharapkan protokol kesehatan dan SOP kunjungan wisata dipastikan detailnya dan disepakati oleh 4 pintu masuk di TN-BTS. Jangan sampai ada perbedaan antara pintu masuk dari 4 wilayah tersebut. Semua itu harus disepakati oleh Dinas Pariwisata dan Sub Gugus Tugas Preventif dan Promotif dari 4 wilayah,” tegas Tantri.

Menangkapi komitmen Bupati Probolinggo Plh) Kepala Bidang PTN Wilayah 1 BB TNBTS, Sarmin pihak menyampaikan hasil rapat 4 (empat) wilayah dan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur pada awal Juli 2020 lalu. Juga Surat Edaran dari Dirjen KSDAE KLHK tentang pembukaan wisata alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER