Tolak Rencana Pemerintah Impor Satu Juta Ton Beras, Serikat Rakyat Marhaen (SERAM) Pangandaran Datangi DPRD

  • Whatsapp
KABAR RAKYATKelompok tani dan pelaku usaha pertanian yang tergabung dalam  Serikat Rakyat Marhaen (SERAM) Pangandaran  mendatangi DPRD Kabupaten Pangadaran. Aksi ini bertujuan menyatakan sikap menolak pernyataan Pemerintah melalui Menteri  Perdagangan dan Menko Perekonomian tentang rencana impor satu juta ton beras.
Sekretaris Jendral (Seram )  Andang Nusa Putera menerangkan , pihaknya dengan tegas menolak tentang rencana impor beras sebab saat ini dilapangan terjadi penurunan harga gabah yang tentunya sangat merugikan petani.Dimana, saat ini petani diberbagai wilayah sedang melaksanakan panen raya.

” Panen raya itu seharusnya menjadi momen yang sangat membahagiakan bagi para petani tetapi sekarang malah sebaliknya, petani menjadi susah,” Ungkap Andang Nusa Putera usai aksi, Selasa ( 30/3/2021).
bahwa hal tersebut sangat miris, Kata Andang dimana Indonesia sebagai negara agraria tetapi negara tidak hadir disana, malah membuat petani semakin sengsara. Seharusnya hasil petani itu dibeli oleh Negara,” Tegasnya.
Sala satu perwakilan (Seram  ) Kecamatan Sidahmulih Yayat mengatakan,  sebagai petani dirinya menolak rencana import satu juta ton beras. Selain itu  dengan adanya kartu tani, beberap waktu yang lalu para petani kesulitan untuk memperoleh pupuk sebab tidak semua petani memiliki kartu tani”,Ucap Yayat .
”Kita mau buat kartu tani sedangkan birokrasinya berbelit-belit, kata Yayat. Dinas terkait harus dari desa, sementara pihak desa menyarankan melalui dinas terkait. Petani jadi makin susah kalau seperti ini.

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *