Tersangka Oplos Beras ‘Bebas’ Tak Ditahan

  • Whatsapp
Beras Oplosan Kapolres Jumpa Pers copy
Beras Oplosan Kapolres Jumpa Pers copy

Polsek Rogojampi sempat gelar temu wartawan

KABARRAKYAT.ID – Kabar tersangka beras oplosan, BDS (Badirus Sholeh) 31 tahun, asal Dusun Kedungsari Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi tidak ditahan, menimbulkan spikulasi dimasyarakat, bahwa Polisi setengah hati menangani kasus beras oplosan.

Dikutip dari media online Ringtimes, tertulis wartawannya menyembunyikan narasumber terkait dibebaskannya BDS. BDS tidak ditahan dan sengaja dipulangkan setelah gelar jumpa pers dengan wartawan, Jum’at (14/9/2018) sore.

Bacaan Lainnya

Belum jelas apa pertimbangan dan alasan kepolisian membebaskan BDS. Padahal, penyidik Polsek Rogojampi telah menerapkan pasal cukup berat, yakni pasal 139 sub 141 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan atau pasal 106 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan atau pasal 383 jo 55 ayat (1) ke 1e KUHP, dengan ancaman 5 tahun penjara.

[Best_Wordpress_Gallery id=”14″ gal_title=”Beras Oplosan Gintangan”]

Dikutip Ringtimes.Net ada penjelasan dari pihak Polsek Rogojampi, “Ndak kita tahan. (tapi) proses hukumnya jalan karena membutuhkan saksi-saksi yang cukup dan juga saksi ahli. Jadi proses hukumnya lanjut”.

Baca juga:

Telah diberitakan KABARRAKYAT.ID, bawah bisnis beras oplosan memang laris manis` dipasaran. Karena menggunakan merk tertentu `yang sudah laku dipasaran. Ironisnya bisnis ini tidak memiliki selembar dokumen perizinan resmi apapun dari pemerintah.

TKP penggerebekan disebuah eks toko bangunan yang disewa tersangka di Dusun Kedungsari Desa Gintangan Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi Jawa Timur, Jum’at (14,9,2018) pukul 08.30 WIB.

Pelapor tahu pengoplosan beras medium dengan beras broken lalu di label, diberi merk yang tidak terdaftar kemudian tanpa ijin dijual kepada masyarakat umum. Polisi melakukan pengecekan ternyata benar. Sedang ada usaha tersebut dan diketahu ada 5 orang yg sedang bekerja mengoplos beras lalu kelima org tersebut diintrogasi. Masing masing mengaku bernama Purnomo, Hariyono, Darwanto, M. Kafabi dan Asmaun. Selain itu mereka mengaku sebagai karyawan dari terlapor BDS.

Reporter: Rohman/Coi/Choiri

Editor: Coi/Choiri

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *