Tuntutan JPU Gunakan Pasal 406 Tidak Penuhi Unsur

267 views
Sidang pledoi dua ASN tutup kandang ayam

Foto: Sidang kasus penutupan kandang ayam, melibatkan dua ASN duduk dikursi pesakitan, disidangkan Pengadilan Negeri Banyuwangi (Ist/Fattahur)

KABARRAKYAT.ID – Kuasa hukum terdakwa kasus penutupan kandang ayam sebut beberapa unsur dari Pasal 406 tentang Penghancuran atau Perusakan Barang  yang didakwakan kepada terdakwa tidak terpenuhi unsur pidananya.

“Pasal 406 tentang penghancuran atau perusakan barang yang didakwakan tidak terpenuhi unsur pidananya,” kata kuasa hukum, H. Much. Fahim, SH usai sidang.

Hal itu, diungkapkan Fahim, menanggapi tuntutan 5 bulan kurangan yang disampaikan Jaksa Penutut Umum (JPU) terhadap terdakwa oknum ASN; mantan Sekretaris Camat (Sekcam) Blimbingsari Ir. Bambang Sungkono, M.Si, Sekcam Bangorejo, dan Suratman sebagai Kepala Desa Bomo.

H. Much. Fahim, SH selaku kuasa hukum terdakwa mengatakan, pihaknya tidak sependapat dengan pasal yang didakwakan kepada kedua kliennya tersebut. “Jadi prinsip kami itu jika klien kami dituntut dakwaan Pasal 406 dengan hukuman lima bulan kurungan itu dalam pledoi itu kami tidak sependapat,” kata Fahim usai sidang pledoi di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Rabu (23/1/2019).

Memang dari Jaksa Penutuntu Umum (JPU), unsur-unsurnya terpenuhi. Akan tetapi menurutnya, beberapa unsur tidak terpenuhi. Diantaranya apakah ada unsur kesengajaan, unsur merusak, membinasakan. “Dalam persidangan, kan tidak muncul. Apakah menutup kandang ayam itu identik dengan membinasakan. Membinasakan, membunuh itu kan ada satu bentuk akhir,” ujarnya.

Ditambahkan Fahim, tatkala orang dinyatakan bersalah itu kalau orang itu melanggar norma-norma yang ditentukan pasal tersebut. Sementara unsur dari pasal itu yakni siapa orangnya dan dengan sengaja melawan hukum. “Unsur ini tidak terpenuhi menurut kami. Sifat batin jahat dari klien kami tidak ada. Ketika unsur-unsur tidak terpenuhi, kami meminta klien kami dibebaskan,” imbuhnya.

Pembacaan pledoi atau pembelaan dari terdakwa akan ditanggapi Supriyadi Ahmad selakau JPU. “Setelah pembacaan pledoi, agenda pekan depan yakni replik dari JPU,” imbuhnya lagi.

Seperti diketahui, perkara ini berawal perbuatan kedua terdakwa yang diduga melakukan penutupan terhadap kandang ayam bertelur milik Melaningsih yang berlokasi di Desa Bomo Kecamatan Blimbingsari. Adanya penutupan tersebut, diperkirakan sekitar ribuan ekor ayam milik Melaningsih mati akibat tidak adanya akses jalan untuk memberi makan dan minuman ayam-ayam tersebut. Bahkan telur dan pakan yang ada didalam kandang rusak semua, sehingga menyebabkan kerugian hingga milliaran rupiah.

Reporter : Fattahur

Editor : Choiri

Banner PDI







Loading...

#ASN Banyuwangi #peradilan #perusakan

Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply