Sunday, November 1, 2020
Home JATIM Uji Coba Belajar Tatap Muka di Nganjuk Ditinjau Gubernur Khofifah

Uji Coba Belajar Tatap Muka di Nganjuk Ditinjau Gubernur Khofifah

- Advertisement -
Penerapan Protokol Kesehatan Pada Tingkat SLB, SMA, dan SMK Uji Coba Belajar Tatap Muka Dilakukan Bertahap, Bertingkat dan Berlanjut

KABAR RAKYAT – Uji coba belajar tatap muka sudah mulai diberlakukan di Jawa Timur sejak Selasa (18/8). Beberapa kabupaten telah menerapkan, salah satunya di Kabupaten Nganjuk.

Guna pastikan belajar tatap muka berjalan lancar dengan kedepankan keamanan siswa dan protokol kesehatan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tinjau tiga sekolah di Kabupaten Nganjuk, Senin (24/8).

Pada kunjungan tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, Ketua DPRD Kab. Nganjuk, Forkopimda Kab. Nganjuk, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim, dan beberapa jajaran Kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim.

Tiga sekolah yang ditinjau Gubernur Khofifah yaitu Sekolah Luar Biasa (SLB) Shanti Kosala Mastrip Nganjuk, SMKN 1 Tanjung Anom Nganjuk, dan SMAN 2 Nganjuk. Tiga sekolah tersebut membuka uji
coba sekolah tatap muka dengan jumlah siswa terbatas sekitar 25 persen dari jumlah normal.

Rencana uji coba ini akan dilakukan mulai tanggal 18 sampai dengan 31 Agustus 2020. Uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah pada jenjang SMA/SMK/SLB dilakukan secara terbatas dan hati-hati dengan menjadikan prinsip keselamatan jiwa dan raga seluruh guru, siswa, beserta keluarganya sebagai prinsip utama, penerapan penuh protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk, Saat ini Nganjuk dalam posisi median rate of transmission yakni 0,86 yang artinya dibawah satu. Selain itu, Nganjuk telah melakukan stratifikasi resiko tiap desa yang berdasarkan 15 Indikator Epidemiologis dari Gugus Tugas COVID-19 pusat.

Dari penilaian tersebut didapatkan terdapat 2 desa zona merah, 26 desa zona orange, 40 desa zona kuning dan 216 desa zona hijau. Penilaian ini turut serta menjadi pertimbangan untuk uji coba pembelajaran tatap muka.

Dalam penerapan uji coba pembelajaran tatap muka ini, setiap siswa yang datang diwajibkan untuk melewati check point. Di titik ini, siswa dicek suhu tubuhnya dan diminta cuci tangan dengan gunakan sabun. Siswa yang suhu badannya lebih dari 37 derajat diminta untuk tidak masuk kelas dan kembali ke rumah.

Selain itu, setiap siswa juga wajib mengenakan masker dan faceshield selama mengikuti kegiatan belajar di kelas. Jarak bangku antar siswa di dalam kelas juga dipastikan aman dengan jarak minimal satu meter.

Gubernur Khofifah tinjau uji coba belajar tatap muka terbatar di Kabupaten Nganjuk.

Di setiap bangku siswa juga dipasangi pembatas plastik mika.
Siswa-siswi yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka harus mendapat ijin tertulis dari dari orang tua/wali siswa disertai dengan keterangan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan sehat.

Untuk memastikan kesehatan semua pihak, juga dilakukan Rapid Test kepada guru dan tenaga kependidikan sebelum pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka secara terbatas. Dan, bagi guru atau
tenaga kependidikan yang hasilnya reaktif tidak diperkenankan hadir ke sekolah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca