Jumat, November 27, 2020
Beranda KEBIJAKAN Upah Minimum Kota - Kabupaten Se Jatim Diumumkan Hari Ini

Upah Minimum Kota – Kabupaten Se Jatim Diumumkan Hari Ini

Gubernur Khofifah: Kami Seimbangkan Kepentingan Dunia Usaha dan Buruh

KABAR RAKYAT – Pemprov Jawa Timur resmi mengeluarkan surat keputusan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang ditandatangani oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa, hari, Sabtu (21/11). Penerbitan UMK itu berdasarkan usulan dari bupati dan walikota se Jawa Timur.

Khusus Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur untuk Tahun 2021 telah ditetapkan sebesar Rp. 1.868.777,08 atau naik 5,5 persen bila dibandingkan UMP 2020 yang sebesar Rp. 1.768.000.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah telah menemui dan menyerap aspirasi APINDO Jatim serta bupati dan walikota. Pemprov setempat juga bertemu perwakilan buruh yang aksi demo di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, kemarin, Kamis (19/11).

Ribuan orang dari serikat pekerja, diantaranya : SPSI, Sarbumusi dan KSPI berjalan aman tertib dan damai. Pesan Gubernur Khofifah bertemu dengan perwakilan buruh bahwa semua aspirasi yang telah disampaikan terkait UMK akan segera ditindaklanjuti dan difinalkan oleh Dewan Pengupahan Jawa Timur.

Baca : 

“Semua aspirasi terkait UMK yang telah disampaikan sudah dicatat semua dan nanti akan di exercise oleh Pak Sekda dan Kadisnaker Jatim untuk selanjutnya difinalkan oleh Dewan Pengupahan Jatim,” kata Khofifah.

Salah satu aspirasi buruh yang disampaikan adalah menuntut kenaikan Upah Minum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) minimal sebesar 5,6 persen dari tahun sebelumnya.

Selanjutnya, demonstran ditemui langsung Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono yang menyampaikan terima kasih karena para pendemo telah melakukan demonstrasi dengan damai dan tertib.

“Semua aspirasi sudah diterima dan ditampung ibu gubernur, semoga akan ada hasil yang baik dari pembahsan yang akan segera dilakukan oleh dewan pengupahan,”tutupnya.

Sementara itu, Ahmad Fauzi Ketua SPSI Jatim menyampaikan bahwa tuntutan kenaikan UMK dan UMSK yang disampaikan para buruh selama pandemi tetap bekerja penuh untuk perusahaan yang memperkerjakan. Sementara kebutuhan untuk tetap menjaga kesehatan mereka harus memenuhinya sendiri.

Oleh karena itu, ia mengharap kepada Gubernur Khofifah agar bersedia memperjuangkan nasib dan mewujudkan aspirasi mereka. “Berharap semoga ibu Gubernur mau memperjuangkan nasib kita untuk menaikkan UMK dan UMSK sama seperti dua Minggu yang lalu dengan menaikkan UMP,” ujarnya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca