Senin, Januari 18, 2021
Beranda HOT NEWS Video Isolasi Puluhan Pasien Covid-19 di GOR Kediri 'HOAX'

Video Isolasi Puluhan Pasien Covid-19 di GOR Kediri ‘HOAX’

REPORTERMuajijin/Jin

KABAR RAKYAT – Tayangan video berdurasi 24 detik tentang akfitas pasien positif Covid-19 di Gedung Olah Raga (GOR) Kediri, membuat gaduh warganet karena dianggap meresahkan.

Dalam tayangan video tertuliskan, ‘Pasien Covid di GOR Kediri’. Kini video menyebar luas di grup WhatsApp, dan dinilai dapat meresahkan masyarakat.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Kediri dr. Fauzan Adima dikonfirmasi terkait video itu langsung membantah bahwa kondisi tersebut terjadi di Kota Kediri.

“Itu tidak benar, isolasi dan penanganan medis pasien Covid-19 oleh Pemkot Kediri dilakukan di RSUD Gambiran dan rumah sakit khusus Covid-19, Kilisuci,” ujar dr. Fauzan, juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Senin (28/12/2020) malam.

Menurut Fauzan, GOR Jayabaya memang sempat difungsikan untuk observasi pemudik lebaran lalu. Namun, sejak 1 Oktober 2020 GOR Jayabaya sudah tidak difungsikan untuk tempat observasi bagi pemudik lagi.

Keterangan Jubir Covid-19 tersebut dibenarkan oleh Nur Muhyar Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkot Kediri sebagai pengelola GOR Jayabaya Kota Kediri.

“Sudah dapat dipastikan bahwa kabar tersebut adalah hoaks, saat ini kami tidak memfungsikan GOR Jayabaya Kota Kediri sebagai tempat isolasi Covid-19,” ungkapnya.

Nur Ahyar meminta agar masyarakat Kota Kediri untuk lebih hati-hati dalan mengkonsumsi informasi yang sumbernya tidak jelas. “Beredarnya berita hoaks semacam ini tentu akan memaksa kita lebih selektif terima informasi,” pungkas Nur Muhyar.

Sebelumnya video ini pernah viral di daerah lain seperti di Jakarta, yang menyebutkan bahwa Istora Senayan digunakan isolasi Covid-19. Selain itu, video ini sempat “mampir” di Tulungagung bahwa GOR Lembupeteng difungsikan sebagai tempat isolasi. Tentu saja hal ini dibantah oleh pemerintah setempat.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

POPULER

error: Selamat Membaca