Wabup Irwan Tandatangani MoU dengan Lapas Bondowoso Dalam Rangka Hari Bhakti Pemasyarakatan

Wabup Irwan ditemui sejumlah wartawan usai mengikuti upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 55 di Halaman Lapas Bondowoso

Wabup Irwan ditemui sejumlah wartawan usai mengikuti upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 55 di Halaman Lapas Bondowoso

KABARRAKYAT.ID – Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Bondowoso menandatangani MoU dengan Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat terkait keterlibatan Pramuka di Kabupaten setempat dalam pembinaan penghuni lapas. Penandatanganan dilakukan saat pelaksanaan Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 55, di Halaman Lapas setempat, Sabtu (27/4).

Wabup Irwan yang juga merupakan Ketua Kwarcab Pramuka Bondowoso, mengatakan, bahwa dengan penandatanganan MoU tersebut artinya ke depan pramuka akan hadir di lapas ini untuk memberikan pembinaan, pelatihan mengenai kepramukaan kepada para penghuni lapas. Termasuk pula, pemberian materi terkait dasar-dasar bela negara.

“MoU ini akan berlangsung seterusnya,” ujar Wabup Irwan.
Menurutnya, pemberian materi-materi tersebut adalah bagian dari upaya untuk tetap menanamkan cinta tanah air, dan pelatihan bagaimana meningkatkan kedisiplinan.

Sementara itu, Plt. Kepala Lapas Kelas II B Bondowoso, Mali Jumali, melanjutkan bahwa sebenarnya MoU ini diharapkan nantinya bisa menimbulkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap peraturan.

“Terus kegiatan-kegiatan yang kerohanian kepada mereka. Sehingga mereka berpikir positif. Rencananya Mei 2019 ini kegiatan dengan pramuka sudah akan dilakukan sekalipun puasa. Apalagi kegiatannya berupa pemberian teori, jadi tidak pengaruhi orang berpuasa,” pungkasnya.

Untuk informasi, Plt. Kalapas Kelas II B Bondowoso Mali Jumali menjadi Inspketur pelaksanaan Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke 55 itu. Di hadapan para peserta upacara, Mali membacakan amanat dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly.

Adapun amanat yang dibacakan mengatakan, bahwa peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan bukan hanya sebagai upaya mengenang sejarah. Namun menjadi daya pacu untuk meningkatkan pengabdian dalam menciptakan pemasyarakatan yang lebih baik.

“Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-55 tentu tidak hanya dijadikan sebagai nostalgia semata atau mengenang history. Peringatan itu harus mampu menjadi spirit, daya pacu, meningkatkan legacy yang baik untuk meneruskan semangat juang dan pengabdian para pendahulu yang telah menegakkan dasar-dasar pemasyarakatan,” tutur Mali Jumali Plt. Kalapas.

Reporter : ifa

Editor     : Setiawan

banner 970x90









Loading...
Author: 
    author

    Related Post

    banner 800x600)

    Leave a reply