Wagub Emil Ajak Pengrajin Batik Wujudkan Industri Hijau

  • Whatsapp

KABAR RAKYATWakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak kepada seluruh pengrajin batik di Jatim untuk memahami pengolahan limbah batik yang benar. Tak hanya itu, dirinya juga berharap agar mereka dapat mewujudkan penerapan industri hijau dengan segera. 

“Mendapatkan pemahaman dan bisa langsung menerapkan mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghasilkan produk batik yang ramah lingkungan,” kata Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak saat membuka Pelatihan Singkat Pembuatan Produk Dekranasda dengan Materi Kualitas Limbah Ramah Lingkungan dan Praktik Pembuatan Home Decoration yang dilaksanakan di Hotel Setia Budi Kab. Madiun, Senin, (29/3).  

Bacaan Lainnya

Wagub Emil menyampaikan, tujuan utama pelatihan singkat tentang proses pembuatan batik yang ramah lingkungan untuk menciptakan efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan hemat air. Sehingga, limbah yang dihasilkan lebih sedikit. “Hal ini sesuai dengan implementasi prinsip industri hijau yang dapat mendukung konsep ekonomi secara berkelanjutan,” terangnya.

Wagub Emil pun mengingatkan kepada 50 peserta pengrajin batik yang hadir di acara tersebut agar langkah-langkah untuk pengembangan industri hijau harus diterapkan. Diantaranya, produksi bersih, konservasi energi, efisiensi sumberdaya, dan proses daur ulang.

Melalui penerapan industri hijau, lanjut Emil, akan terjadi efisiensi pemakaian bahan baku, energi dan air. Sehingga limbah maupun emisi yang dihasilkan menjadi minimal dan proses produksi akan menjadi lebih efisien. “Dengan demikian, bisa meningkatkan daya saing produk industri batik di level nasional maupun internasional,” jelasnya.  

Masih menurut Emil, pengolahan limbah batik yang ramah lingkungan juga dapat dimanfaatkan untuk home decoration. Selama ini, sebagian besar orang hanya mengetahui batik untuk pakaian saja. Padahal, batik juga dapat dijadikan hiasan. “Jadi, bagaimana kita memperluas pemanfaatan batik selain sebagai fungsi awalnya, yakni untuk dipakai. Itu yang harus dimaksimalkan,” ucapnya. 

Untuk itu, kegiatan pelatihan dan pendampingan bagi para pengrajin batik diharapkan dapat dijadikan program strategis untuk kembali membangkitkan gairah usaha mereka utamanya karena dampak pandemi Covid-19. “Di situasi pandemi semua harus tetap semangat,” seru mantan Bupati Trenggalek itu.

Sementara itu, Ketua Asosisasi Pengrajin Batik (APB) Jatim Wirasno menjelaskan, pelatihan bagi pengrajin batik memasuki tahap III. Pelatihan pertama dilaksanakan di Madiun. Pengrajin diberikan pembelajaran membuat malam batik menggunakan malam limbah. 

“Jadi, malam limbah yang terbuang kita proses menjadi malam baru, sehingga itu memenuhi industri hijau,” kata Wirasno. 

Pos terkait


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *